Tarif Kamar Hotel Naik Saat High Season, Begini Penjelasan PHRI Sumbar

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat menjelaskan, terkait tingginya tarif kamar Hotel saat High Season (Ramai Pengunjung) seperti libur lebaran, dimana menurut PHRI itu asumsi yang agak keliru selama ini.

Ketua PHRI Sumatera Barat Maulana Yusran mengatakan, jika sebenarnya, tarif kamar mengacu pada Publish Rate (Harga Jual) masing-masing Hotel.

Dimana, jika pada masa Low Season (Sepi Pengunjung), kebanyakan Hotel memberikan diskon dari tarif Publish Rate, namun jika High Season kembali ke Publish Rate yang ditetapkan.

“Sebenarnya harganya sama, hanya ada diskon diberikan pihak Hotel pada Low Season. Namun, ketika High Season kembali lagi ke tarif Publish Rate yang dikeluarkan, jadi sebenarnya asumsi mahal itu tidak begitu demikian,” jelasnya.

Namun demikian, Yusran sendiri tidak membantah, jika ada sejumlah manajemen Hotel yang menerapkan Surcharge (biaya tambahan) dalam High Season.

Menurutnya, penerapan Surcharge bukan tanpa sebab, melainkan ada sejumlah faktor yang membuat manajemen Hotel harus menerapkan Surcharge pada masa High Season.

“Jika High Season, otomatis jumlah tamu tinggi, hal itu juga mempengaruhi Service (pelayanan) dari Hotel. Terkadang, pihak Hotel, melakukan penambahan tenaga kerja, yang diperlukan untuk mencukupi keperluan High Season, dan inilah yang menjadi salah satu faktor dari penerapan Surcharge tersebut,” kata Yusran.

Yusran mencontohkan, semisal pada masa lebaran tahun 2018, sekarang. “Kalau yang lain bisa berkumpul dengan keluarga, sedangkan pekerja Hotel tidak bisa, harus melayani tamu yang datang. Pastinya, ada kompensasi yang diterima para pekerja dari hal yang mereka lakukan,” jelasnya.

Untuk besaran Surcharge sendiri, Yusran menyebut, paling tinggi diterapkan hingga 20 persen. “Intinya, kalau ada Surcharge harus jelas untuk apa biaya tambahan itu, misalnya penambahan kerja tadi, ya hal yang wajar,” katanya.

Namun begitu, pihaknya sendiri mengimbau agar pihak Hotel memberikan layanan yang prima, walaupun dalam masa High Season.

Terkadang, kata Yusran, ada beberapa Hotel yang tidak siap dalam menghadapinya, terutama pada segi pelayanan kepada tamu.

“Ada kadang yang enggak siap untuk itu (High Season). Untuk itu, kita himbau manajemen Hotel untuk tidak membuat kecewa tamu, terapkan standar yang sesuai SOP yang telah dibuat. Pelayanan yang paling penting, jangan sampai keteteran untuk setiap tamu,” harap Yusran.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT