Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Tak Dapat Tiket Pesawat, Bupati Ini Blokir Bandara

Pesawat MerpatiBupati Ngada Nusa Tenggara Timur, Marianus Sae memerintahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ngada untuk memblokir Bandara Turelelo Soa, Sabtu (21/12).

Hal ini karena sang bupati yang tidak mendapatkan tiket pesawat Merpati Nusantara Airlines rute Kupang-Bajawa. Akibat tindakannya itu, pesawat Merpati rute tersebut yang mengangkut 54 penumpang tidak bisa mendarat, dan kembali ke Bandara El Tari, Kupang.

Pesawat Merpati nomor penerbangan 6516 tujuan Kupang-Soa juga batal mendarat pada bandara yang diblokir sang bupati tersebut. Pemblokiran dimulai pukul 06.15 WITA hingga pukul 09.00 WITA.

Pihak bandara sendiri tidak bisa berbuat banyak, pasalnya anggota Satpol PP menduduki landasan pacu bandara dengan jumlah yang lumayan banyak, ditambah tidak adanya aparat kepolisian pada Bandara tersebut.

Kepala Bandara Soa, Ikhsan menuturkan, bahwa polisi dari Polres Ngada baru tiba di bandara setelah anggota Satpol PP meninggalkan bandara. Ia mengaku telah mendapatkan kabar pemblokiran tersebut, sehari sebelumnya melalui informasi dari Marianus Sae.

“Kemarin bupati minta booking (pesan) tiket pesawat Merpati karena pagi ini Pak Bupati harus hadiri sidang DPRD. Saya coba minta ke Merpati Kupang. Rupanya tetap tidak bisa bantu karena penumpang penuh. Tadi malam saya masih berusaha untuk minta ke Merpati Kupang. Tetapi staf Merpati Kupang namanya Pak Waris katakan, tidak bisa diganti karena full,” katanya.

Ikhsan menyatakan, pihak Merpati seharusnya memberikan prioritas kepada Marianus Sae karena Marianus seorang kepala daerah.

“Beliau ini khan kepala daerah. Bukan saja Bupati Ngada, tetapi semua kepala daerah di NTT yang punya bandara. Saya juga berharap pihak airline yang ada di Kupang atau di mana saja, bisa membantu bukan saja Bupati Ngada, tetapi semua Bupati di NTT. Ya, dibantulah dengan kebijakan. Memang kalau geser penumpang menyalahi aturan. Tapi kan ini pimpinan daerah,” tutupnya. (Kompas/ed*ikh)

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT