Tahun 2014, Angka Pekat Meningkat di Kota Padang

Ilustrasi Satuan Polisi Pamong Praja.
Ilustrasi Satuan Polisi Pamong Praja.
Ilustrasi Satuan Polisi Pamong Praja.

Angka kasus Penyakit masyarakat (Pekat) tahun 2014 meningkat di Kota Padang. Terhitung, semenjak bulan Januari hingga Agustus, ada setidaknya 1.278 orang yang tertangkap pada sejumlah kasus Pekat.

“Iya, ada 1.278 yang kita diamankan Satpol PP semenjak Januari hingga Agustus 2014. Untuk pembinaan sendiri sudah kita lakukan terhadap 1.245 orang,” kata Kasi Trantib Satpol PP Padang, Amrizal Rengganis di Padang, Jumat (12/9).

Baca Juga

Ia menjelaskan, kasus Pekat didominasi dengan penangkapan tindak asusila,

judi dan tawuran. “Kalau untuk terbanyak itu terdapat pada kasus Pekat sebanyak 492 orang diamankan. Sedangkan untuk pelajar ada 324 orang,” jelasnya.

Jumlah sendiri meningkat dibandingkan tahun 2013 sekitar 20-30 persen. Selama tahun 2013, tercatat ada 936 orang yang diamankan Satpol PP. “Itu angkanya naik sekitar 20 sampai 30 persen. Tahun 2013, kita juga sudah melakukan pembinaan terhadap 861 orang. Semuanya hampir sama kasusnya, seperti tindak asusila, pelajar membolos dan judi,” katanya.

Kemudian untuk pelajar yang diamankan Satpol PP selama tahun 2013 berjumlah 164 orang. “Ini meningkat hampir dua kali lipat pada tahun ini. Padahal, rekap 2014 baru sampai bulan Agustus,” tuturnya.

Selain itu, Amrizal juga menjelaskan, sampai bulan Agustus 2014, ada sekitar 100 pelajar termasuk mahasiswa yang terjaring razia pekat jenis tindak asusila. “Iya, hampir jumlahnya 100 orang, itu pelajar dan mahasiswa. Rata-rata kita tangkap karena tindak asusila seperti di kawasan Bukit Lampu Bungus dan Payung Ceper Danau Campago,” jelasnya.

Sementara itu, pihaknya berjanji akan terus menggalakkan razia dalam menekan angka tersebut. “Kita akan terus lakukan razia, kita harapkan masyarakat juga berperan aktif, termasuk dalam melaporkannya kepada pihak Satpol PP,” tutupnya.

Rekomendasi