Survei LSI, Prabowo-Hatta Berpeluang Geser Jokowi-JK

Joko Widodo dan Prabowo Subianto.
Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Hasil riset terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebutkan, publik yang mendukung pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Jusuf Kala mencapai 35,42 persen, sementara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa 22,75 persen. Massa mengambang atau belum menentukan pilihan terhadap pasangan capres tertentu mencapai 41,80 persen.

Peneliti LSI Ade Mulyana dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat (30/5/2014) mengatakan, massa mengambang di atas 40 persen adalah jumlah yang besar yang bisa mengubah peta kemenangan.

Empat puluh hari ini adalah pertarungan keungulan mesin politik (Prabowo-Hatta) versus keunggulan pesona tokoh (Jokowi-Jusuf Kalla). Siapa yang menang adalah yang paling cerdas tampil di publik dan berkampanye untuk disukai pemilih di sisa 40 hari ini.

Survei nasional LSI diselenggarakan awal Mei 2014 dengan jumlah responden 2.400 orang dan tingkat kesalahan sekitar 2 persen. Wawancara dilakukan tatap muka di 33 propinsi dengan metodemultistage random sampling. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif melalui  Focus Group Discussion, In Dept-Interview dan Media Analisis.

Lima kantong suara

Ade menjelaskan, survei LSI tersebut bertemakan “Rebutan dukungan di 5 Kantong Suara Terbesar(NU, Muhammadiyah, Petani, Buruh, dan Ibu Rumah Tangga)”.

“Pertanyaannya bisakah keunggulan mesin politik Prabowo-Hatta itu dikonversi juga untuk mengubah dukungan pemilih? Bisakah Jokowi-Jusuf kalla mempertahankan, atau bahkan menambah keunggulannya dalam 40 hari terakhir menjelang pemilu presiden 9 Juli 2014,” katanya.

Ade mengatakan, Prabowo-Hatta diuntungkan oleh lebih banyak dan lebih besar mesin partai politik. Total prosentase suara partai di belakang mereka 48,93 persen. Sementara koalisi partai di belakang Jokowi hanya 38,97 persen.

Untuk sementara, sesuai hasil survei LSI bahwa di antara lima kantong suara terbanyak itu, Jokowi-Jusuf Kalla unggul di empat komunitas. Prabowo-Hatta hanya unggul di satu komunitas saja: Muhammadiyah. Apa yang membuat pasangan Jokowi-Jusuf Kalla unggul di empat komunitas itu?

“Sayangnya hingga hari ini, mayoritas pemilih termasuk di lima kantong suara itu masih merasa tak tahu apa program yang akan diperjuangkan pasangan yang bertarung. Selama ini tokoh yang bertarung jarang berbicara program. Lebih banyak pemilih yang tak tahu program Jokowi, di atas 80 persen. Sedangkan yang tak tahu program Prabowo, di atas 70 persen,” demikian Ade Mulyana.

Pemilu Presiden, 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

(Kompas.com)

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT