Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Suasana Duka Hinggapi Keluarga Korban Kecelakaan Maut

 

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Suasana duka menyelimuti rumah Edi Suwanto (34) di RT 01 RW 04, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Kototangah. Edi dan dua anaknya adalah tiga dari delapan korban kecelakaan maut di Guguk Kayu Tanam, Kabupaten Padangapariaman, Selasa (1/7) sekitar pukul 05.30 WIB pagi.

Terpantau di rumah duka, ratusan orang tampak memadati rumah korban, mulai dari rekan kerja Edi di PT Indomarco, warga sekitar serta semua keluarga besarnya. Selain itu, rekan dari istri korban yang merupakan guru di SD Angkasa, Tabing kemudian rekan-rekan sekolah kedua anak korban tampak tidak kuasa menahan tangis.

Desmawati (40), kakak kandung Edi yang ditemui di rumah duka mengatakan, pihak keluarga sendiri sangat terkejut dengan kejadian tersebut. Mereka mendapatkan informasi dari polisi dan juga anggota keluarga yang berada di Duri, Riau tempat korban menjemput kedua anak mereka.

“Awalnya kami tidak percaya dengan informasi tersebut, padahal malamnya dia menyebut akan mengusahakan sampai cepat di Padang,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, adiknya tersebut sudah berangkat dari rumah sejak Sabtu lalu dan memang berencana menjemput kedua anaknya itu untuk berlebaran di Padang karena sejak liburan sekolah dua anaknya, Wawa (8) dan Zaza (11) berada di Duri, Riau tempat kakek dan nenek mereka.

Saat jenazah bapak anak itu turun dari ambulance, tangisan pun pecah, baik itu dari keluarga besar korban maupun masyarakat sekitar serta rekan dari Edi dan istrinya yang sudah menunggu kedatangan jenazah mereka sejak pagi. Rencananya, jenazah ketiganya akan dikuburkan di TPU Tunggul Hitam pada Senin sore ini.

“Kami tidak bisa menahan kehendak Tuhan, keluarga hanya bisa pasrah,” tuturnya.

Edi dan kedua anaknya adalah korban kecelakaan maut yang terjadi di jalan lintas Padang-Bukittinggi, tepatnya di Guguk Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman Selasa (1/7) sekitar pukul 05.30 WIB pagi. Sebuah minibus travel jenis colt L300 dengan merk BMW 2000 bertabrakan dengan truk yang terparkir di pinggir jalan. Peristiwa nahas itu menyebabkan delapan orang tewas seketika, yakni sopir travel dan tujuh penumpangnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat itu minibus travel tersebut melaju dari arah Pekanbaru menuju Padang. Sebelum menghantam truk, mobil travel sempat pula menabrak Daihatsu Granmax. Diduga kecelakaan disebabkan mobil travel melaju dalam kecepatan tinggi sehingga sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya.

Kasat Lantas Polres Padangpariaman, Iptu Teuku Heri Hermawan mengatakan, delapan orang dilaporkan tewas dalam kecelakaan ini, termasuk sopir minibus travel. Semua korban tersebut sudah diidentifikasi di Puskesmas Sicincin dan Puskesmas Kayutanam.

“Menurut saksi mata di sekitar kejadian, saat terjadi kecelakaan terdengar dentuman keras, sementara saat personel ada di lapangan, mobil itu sudah remuk tidak berbentuk,” ujarnya saat dihubungi via seluler.

(Cicigustria)

Komentar
BERITA TERKAIT