Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Sebarkan Virus Pendidikan Melalui Akademi Berbagi

Akademi Berbagi IndonesiaBerawal dari kegelisahan terhadap adanya diskriminasi di bidang pendidikan. Sekarang tempat belajar identik dengan sekolah. Dan sekolah identik dengan bangunan kokoh, bahkan gedung berpagar tinggi rapat, terpisah dengan dunia luar.  Seakan institusi pendidikan tidak berhubungan dengan dunia luar.

Ditambah dengan semakin seringnya pendidikan di jadikan lahan bisnis utama, Hal ini mengakibatkan biaya sekolah menjadi semakin mahal dengan materi yang semakin berat. Sekolah bukan lagi sebuah tempat yang bisa diakses semua orang.  Sekolah dengan kualitas bagus seringkali sangat mahal. Belum lagi mengenai materi yang semakin banyak dan beragam.

Banyak dari kita yang ingin sukses dan menguasai semuanya, sehingga disusunlah kurikulum yang banyak dan berat. Hal ini kemudian menjadi beban. Kita pun lupa bahwa setiap manusia mempunyai kemampuan yang unik dan berbeda. Penyeragaman materi dan penggunaan nilai ujian sebagai ukuran sebuah prestasi, tidak mengakomodir perbedaan  tersebut.

Padahal pendidikan adalah hak semua warga negara. Dan ilmu adalah bagian penting dalam kehidupan manusia, tetapi ketika ilmu tidak lagi mudah diakses bagaimana manusia Indonesia akan memiliki kehidupan yang lebih baik secara adil.

Dari kegelisahan inilah sebuah gerakan lahirlah Akademi Berbagi. Dunia social media membuat kita terhubung dan bisa berkomunikasi dengan banyak orang hebat. Hal ini membuat kita berinisiatif membuat kelas belajar gratis dengan pengajar para praktisi dan para ahli yang mempunyai kompetensi di bidangnya. Sehingga kita tidak hanya mendapatkan ilmu tetapi juga pengalaman dan wawasan

Sebuah gerakan yang dimulai dari kegiatan kelas kecil, ternyata mampu memberikan kaki pada mimpi mereka sehingga mimpi bukan lagi sekedar angan yang kemudian hilang, tetapi mimpi yang menginjak bumi dan berlari untuk diwujudkan menjadi karya nyata.

Di Akademi Berbagi semua orang bisa belajar, tanpa batasan. Semua punya kesempatan yang sama. Tidak ada perbedaan ekonomi, kedudukan, maupun geografis, karena ilmu pengetahuan adalah hak semua warga negara

 

AKADEMI BERBAGI

Pertama kali diselenggarakan pada bulan Juni 2010, karena keinginan belajar pendirinya, Ainun Chomsun (@pasarsapi). Melalui jejaring twitter (social media) dia menemukan guru-guru yang mau mengajarkan ilmunya secara gratis. Guru pertamanya adalah Bapak Subiakto, CEO Hotline Advertising, yang mengajarkan kelas copywriting. Karena semakin banyak peminat dan kemudian banyak guru yang mau mengajar, maka kelas dibuat secara rutin di Jakarta.

Sosialisasi kegiatan ini hanya menggunakan social media, tetapi dampaknya luar biasa. Bukan hanya guru, untuk mendapatkan tempat belajar serta relawan juga melalui social media. Karena sederhana, semua orang bisa belajar dan mendapat manfaat yang cukup besar. Kegiatan ini kemudian diduplikasi dengan sangat cepat di berbagai wilayah.

Akademi Berbagi adalah gerakan yang menggabungkan jaringan ONLINE dan OFFLINE. Berkomunikasi, sosialisasi, dan publikasi secara online. Pelaksanakan kelasnya dilakukan secara offline atau tatap muka langsung.

Dan sekarang Akademi Berbagi menjadi sebuah platform baru gerakan pembelajaran yang menjadi pembicaraan orang, baik di media online maupun media konvensional. Suatu hari Akademi Berbagi diundang oleh Wakil Menlu Amerika Serikat yang sedang berkunjung ke Indonesia, mereka ingin mendapatkan masukan tentang gerakan sosial yang memanfaatkan social media. Mereka takjub dengan semangat kerelawanan di Indonesia. Hal ini menunjukkan pada dasarnya bangsa kita adalah masyarakat yang suka menolong dan bergotong royong.

Walaupun Akademi Berbagi tidak dibangun dengan mimpi yang besar, tetapi dikerjakan secara konsisten dan komitmen para relawan yang cukup besar. Saat ini Akademi Berbagi sudah menyebar luas di berbagai kota sehingga saatnya bagi kita membangun visi untuk gerakan ini.

Visi yang ingin kita bangun adalah : Akademi Berbagi menjadi sebuah wadah pembelajaran, yang menghubungkan orang-orang yang berilmu dan berwawasan dengan orang-orang yang ingin belajar dengan mudah, dan akan ada di setiap kota di seluruh Indonesia.

Bukan mimpi yang mudah, tetapi bukan hal yang mustahil.

Bayangkan jika di setiap kota ada Akademi Berbagi, dan menjadi tempat belajar, berdiskusi, dan berjaringan, maka makin banyak orang yang mempunyai akses belajar dan bisa menyelesaikan berbagai problem di kotanya. Dan setiap kota berjejaring dengan kota lainnya sehingga menjadi sebuah jaringan besar dan luar biasa. Bukan sebuah mimpi, jika kelak Akademi Berbagi bisa membuat perubahan yang signifikan di negeri ini.

Menjalankan sebuah gerakan sosial itu tidak mudah, dan semakin besar gerakan tantangan pun semakin berat. Tetapi ketika semua dilakukan dengan senang hati maka tidak ada yang susah di dunia ini. Mari sebarkan virus Akademi Berbagi, karena “Berbagi Bikin Happy”. (akademiberbagi/ed/*)

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT