Salah Paham, Mahasiswa Ini Harus Rela Hilang Penglihatan Mata Kiri

Dio Juventa S Daeli (terbaring). Foto : Istimewa

Dio Juventa S Daeli (terbaring). Foto : Istimewa

Salah paham berujung petaka bagi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) Dio Juventa S Daeli (21), yang harus rela kehilangan penglihatan pada mata sebelah kirinya.

Hal tersebut terjadi lantaran mata sebelah kirinya ditusuk menggunakan sebuah gunting oleh temannya berinisial HR (21) saat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nagari Tamparungo, Sijunjung, Sumbar pada Senin (13/7) lalu.

Saat itu korban usai menonton video inagurasi bersama HR di tempat tinggal KKN-nya sekitar pukul 03.00 wib dini hari.

“Kebetulan dalam video itu ada dia, tapi saya tidak ada mengejeknya. Tiba-tiba setelah itu, dia tendang lutut saya, dan saya balas dengan tinju untuk bela diri,” ungkap Dio kepada wartawan di Ruang Bangsal Mata, RS M Djamil, Kota Padang, Sabtu (25/7).

HR langsung membalas walaupun sudah ditahan oleh temannya yang lain.

“Saya tidak tahu kalau di tangannya ada gunting, langsung dia tinju saya dengan gunting itu, hingga pelipis mata saya sobek dan tembus,” ujarnya.

Mata korban pun berdarah hebat dan langsung dibawa ke puskesmas setempat oleh temannya yang lain, termasuk HR.

“Pertama dibawa ke puskesmas, kemudian dirujuk ke RSUD Batusangkar, lalu dirujuk lagi kesini (RS M Djamil),” katanya.

Sesampainya di RS M Djamil, pelaku pun langsung menghilang dan sampai saat ini tidak kelihatan lagi untuk beritikad baik kepada korban.

“Sejak hari itu sampai hari ini, dia tidak ada kesini, saya tidak tahu kemana dia,” terangnya.

Akibat tusukan tersebut, mata korban saat ini didiagnosis dokter tidak dapat lagi berfungsi.

Sementara, sang ibu, Nursyaria Harefah mengaku sangat terpukul atas kejadian yang menimpa anak pertamanya tersebut.

“Saya merasa sedih sekali, terpenting oleh saya sekarang ada itikad baik untuk tanggung jawab atas anak saya,” katanya.

Ia telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwenang. “Keluarganya sudah menghubungi kami, tapi sampai sekarang belum ada yang datang kesini. Saya juga sudah laporkan ke pihak kepolisian, supaya dapat diproses secara hukum,” ujarnya.

Hingga kini, sedang dilakukan klarifikasi ke pihak keluarga pelaku penusukan.

Komentar