Rombongan Jenazah Dihalangi Avanza, Puluhan Pemuda Pukul Pengemudi

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tak terima jalan rombongan iring-irangan jenazah dihalangi sebuah mobil, puluhan pemuda yang ikut dalam rombongan pun langsung marah dan menyerang pengemudi mobil di Jalan Batugadang, Kota Padang, Jumat (28/2) sekitar pukul 15.00 WIB.

Akibatnya, korban yang diketahui bernama Ryan (28) mengalami luka parah disekujur tubuhnya, sedangkan mobilnya hancur karena dilempari batu dan pot bunga oleh puluhan pemuda tersebut.

Kejadian itu bermula saat mobil iring-iringan itu melintas bersama 20 sepeda motor di lokasi. Namun, usai melaksanakan pemakaman dan hendak keluar, rombongan terhalang oleh sebuah mobil mini bus merek Toyota Avanza.

Sudah diklakson berkali-kali tapi tak dihindahkan, puluhan pemuda dari rombongan itu turun dan menemui si pengemudi mobil. Bukannya bertanya, puluhan pemuda itu pun langsung memukuli dan melempari mobilnya dengan batu.

Cemas, korban lantas melajukannya mobilnya tepat sampai didekat rumahnya. “Mereka juga mengejar korban ke rumahnya, lalu merusak mobilnya. Iya, kami warga hanya bisa melihat karena massanya banyak,” ungkap Ujang, salah seorang warga setempat.

Semakin menjadi, warga setempat pun merasa tidak terima dan langsung memperingati puluhan pemuda tersebut. Tak juga berhenti, warga setempat yang merasa terpancing langsung mengejar puluhan pemuda yang menyerang korban.

”Saat itulah, beberapa warga yang ada di lokasi langsung mengejar para pemuda tersebut, mereka langsung kabur, tapi ada beberapa orang pemuda yang sempat terkena pukulan dan lemparan batu dari warga,” katanya.

Kerabat korban, Zaitul Asril menuturkan, pengemudi itu merupakan anaknya. Sang anak yang baru saja pulang kerja dikejar hingga kerumahnya. Bahkan, adik Ryan yang bernama Iis (26) dan tengah hamil 6 bulan juga sempat menjadi korban pemukulan para pemuda tersebut dan menderita keguguran.

”Anak saya yang baru saja keluar dari mobilnya langsung dipukuli, ada juga yang membawa kunci pas. Sementara, Iis datang hendak melerai juga terkena pukulan,” katanya.

Bahkan, satpam rumahnya, Handri Darmawan juga ikut menjadi bulan-bulanan puluhan pemuda beringas tersebut. ”Kedua anak saya itu sudah dirawat di Semen Padang Hospital, sementara satpam saya yang bernama Handri Darmawan dirawat di RST Ganting,” jelasnya.

Mengantisipasi kemungkinan terburuk, ratusan personel dari Polresta Padang tengah berjaga-jaga di lokasi kejadian. ”Kita antisipasi nanti ada serangan susulan dari warga tersebut, makanya kita standby kan personel,” kata Kabag Ops Polresta Padang, Kompol M Yudhie Sulistyo di lokasi kejadian.

Dijelaskannya, bentrokan tersebut mengakibat lima orang menjadi korban, dua orang sudah dirawat di Semen Padang Hospital setelah sebelumnya dirawat di RS Bhayangkara Polda Sumbar dan tiga orang lagi dirawat di RST Reksodiwiryo.

”Dua orang pemuda yang diduga terlibat dalam aksi bentrokan tersebut juga sudah diamankan di sel tahanan Mapolsekta Luki,” jelasnya.

Kepala RST Reksodiwiryo Ganting, Dr Farhan Abdullah juga membenarkan tentang tiga korban tersebut. Dua dari tiga korban tersebut adalah pemuda yang ikut dalam iring-iringan jenazah itu yang bernama Ari (22) dan Indra (24), sementara seorang lagi adalah satpam yang bertugas di lokasi kejadian.

”Rata-rata mereka mendapatkan luka parah dikepala karena hantaman batu dan ada beberapa luka sayatan kecil ditangan mereka,” tutupnya. [GS]

Editor : WAN

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT