Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Pulau Kumbang Hilang Dalam List Penjualan Internet

Screen Shoot penjualan Pulau Kumbang, Kabupaten Pesisir Selatan pada situs www.privateislandsonline.com. Foto : Istimewa
Screen Shoot penjualan Pulau Kumbang, Kabupaten Pesisir Selatan pada situs www.privateislandsonline.com. Foto : Istimewa

Masyarakat Sumatera Barat beberapa waktu lalu dihebohkan dengan penjualan Pulau Kumbang yang terletak di Kabupaten Pesisir Selatan pada situswww.privateislandsonline.com. Dalam list situs yang menjual Pulau di dunia itu, terlihat Pulau Kumbang masuk dalam daftar dengan dihargai sekitar Rp. 18 Miliar.

Disamping Pulau Kumbang, Pulau Kiluan yang terletak di Tanggamus, Lampung juga masuk dalam list penjualannya. Namun, hari ini, Sabtu (30/8) Pulau Kumbang telah hilang dari list penjualan situs tersebut.

“Iya, kemarin ini saya buka masih ada pak, tetapi pagi tadi sampai sekarang tidak ada lagi Pulau Kumbang, hanya tinggal Pulau Kiluan,” kata Dani, salah seorang pengguna internet di kawasan Jati, Kota Padang.

Sampai saat ini, belum diketahui alasan Pulau Kumbang hilang dari list penjualan pada situs tersebut.

Untuk diketahui, Pulau Kumbang merupakan pulau yang memiliki luas sekitar 6,8 hekat dengan rincian 4,5 hektar merupakan tanah berkontur datar yang dipenuhi pohon kepala dan tropis lainnya. Sedangkan, dua hektar lagi merupakan kawasan Bukit Vulkanik lembut berpuncak.

Selain itu, Pulau Kumbang juga terkenal dengan tempat penyelaman yang berpemandangan bawah laut indah. Tidak itu saja, Pulau Kumbang juga dikenal akan keindahan pasir putihnya, kecantikan terumbu karang dan jelajah kawasan mangrove atau hutan bakau.

Sementara, sebelumnya pada Selasa (27/8), Kepala Dinas Kelautan Sumatera Barat, Yosmeri mengaku masih menulusuri terkait motif masuknya Pulau Kumbang dalam list penjualan situs tersebut.

“Saat ini kita masih melakukan penelusuran. Kita belum tahu apa motif dari pemilik situs tersebut, tetapi akan kita selidiki,” katanya di Padang.

Jika memang benar, penjualan Pulau sejatinya merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang RI, bahkan bisa dipidanakan. Hingga saat ini, belum diketahui maksud dan tujuan dari pemilik situs menjajakan penjualan Pulau tersebut.

 

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT