Promo Single ‘Bunga’, Christo Sambangi Padang

Penyanyi Solo, Christo saat promo Single 'Bunga' di Padang. Foto : Ikhwan

Penyanyi Solo, Christo saat promo Single ‘Bunga’ di Padang. Foto : Ikhwan

Penyanyi Solo pendatang baru, Christo menyambangi Kota Padang sebagai Kota ke-3 nya dalam rangka promo single terbarunya ‘Bunga’. Tour promo Christo telah dimulai awal bulan Oktober dengan menyambangi beberapa Kota di Sumatera, mulai dari Lampung, Palembang, Jambi, Pekanbaru dan berakhir di Medan.

Dalam Single ketiganya tersebut, Christo bercerita bagaimana ia kehilangan sosok ‘Bunga’ yang telah pergi meninggalkan dirinya. Christo sendiri mengaku Single ‘Bunga’ merupakan pengalaman hidup yang pernah dialaminya.

“Saya 26 tahun jomblo, pasti kaget kan ? Kemudian, diumur 26 saya dapat pacar, tapi baru satu bulan jalan udah putus,” sebutnya saat Media Gathering bersama sejumlah Media di Es Durian Iko Gantinyo, Pondok, Kota Padang, Selasa (13/10).

Pria asal Purworejo ini menjelaskan, kalau Single ini masih menggunakan Genre Pop dibalut dengan musik Meadle. “Musiknya gak melow banget dan juga gak beat banget,” tuturnya.

Ia mengaku sangat senang menyambangi Kota Padang. “Responnya bagus banget, setiap promo banyak yang telfon, terutama di Radio,” terangnya.

Selain menggelar Promo pada sejumlah Radio dan Televisi lokal, ia juga bisa merasakan langsung Kuliner aslinya Ranah Minang. “Kalau Jakarta banyak masakan Padang, tapi saya dari dulu pengen banget ngerasain aslinya, ternyata emang lebih enak disini,” katanya.

Christo menuturkan, ada sejumlah penyanyi dalam maupun luar negeri yang menjadi idolanya. “Kalau untuk Indonesia, saya dari dulu suka Koes Plus, Gleen Fredly dan Raisa. Luar negeri, Mariah Carey, trus Bonjovi,” jelasnya.

Karena kesukannya dengan Koes Plus, ia juga pernah merilis Single dari penyanyi Bintang tersebut. “Iya, ada satu lagu yang saya Recyle (aransemen ulang) dari Koes Plus. Disana, saya mengubahnya ke genre Jazz,” tuturnya.

Dibawah bendera label Pro-3 Artis Management, Christo menampaki dirinya didunia Musik Indonesia semenjak Agustus 2014. Awal perkenalannya dengan Label dimulai dari keikutannya pada Audisi ajang pencarian bakat, Indonesian Idol tahun 2013.

“Saat itu, saya ikut Audisi di Jakarta, tapi hanya sampai babak penyisihan, gak sampe babak spektakuler. Setelah itu, saya dikenalkan teman dengan salah satu dari Pro-3, kemudian saya coba kirim sampel suara, ternyata diterima,” katanya.

Selain itu, siapa tak menyangka, jika penyanyi yang sekarang berumur 28 tahun ini sebelumnya merupakan Pengusaha dengan konsep PALUGADA (Apa Lu Mau, Gue Ada).

“Iya, dulu saya pernah buat PT untuk jualan Palugada. Terus, pendidikan sih terakhir Jurusan Informatika Universitas Pelita Harapan, gak nyambung ya,” sebutnya sembari tertawa.

Sementara itu, kedepan ia berharap lagu-lagunya dapat diterima baik oleh masyarakat. Harapan terbesarnya ialah bisa Go-Internasional. “Pastinya, saya harap lagu saya dapat diterima dan mewakili perasaan anak muda,” harapnya.

Komentar

Entertainment Musik