Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Polisi Ringkus Gembong Narkoba dan Curanmor

Barang bukti di Polsekta Pauh, Jumat (27/12).
Barang bukti di Polsekta Pauh, Jumat (27/12).

Empat pelaku aksi pencurian sepeda motor (curanmor) yang telah beraksi pada 12 tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Padang, diciduk jajaran kepolisian Sektor (Polsekta) PAUH, Kamis (26/12) malam. Polisi juga menangkap dua orang yang tengah mengisap ganja dan sabu, yang juga termasuk kawanan empat pelaku.

Penangkapan bermula dari aksi salah satu pelaku bernama Rio (21), dia tertangkap basah tengah mencoba mencuri motor di Kelurahan Kapalo Koto, Pauh, Kamis pagi. Bahkan, dia juga sempat dihajar massa, dan akhirnya ditangkap oleh jajaran kepolisian.

Tertangkapnya Rio, polisi langsung melakukan pengembangan, dan menemukan kembali tempat persembunyian kawanannya tersebut. Kepolisian langsung menurunkan personilnya, guna menangkap empat rekan pelaku.

Saat diperiksa, Rio menyebut Marwan (23), sebagai pembantunya dalam menjalankan aksinya di Kampus Universitas Andalas. Polisi pun langsung bergerak, dan meringkus Marwan di rumahnya yang terletak di Pasa Ambacang.

Setelah tertangkap, menurut keterangan Marwan, aksi itu dilakukannya bukan hanya berdua tetapi berlima dengan rekannya yang lain.

Lantas, polisi juga langsung mencari rekannya yang masih belum tertangkap. Alhasil, Rudi (27), yang juga warga Pasa Ambacang ini berhasil diciduk oleh kepolisian.

Tak berhenti disitu saja, kepolisian langsung kembali menangkap Andre (23) di Anduring, yang tak lain juga rekan Rio. Bahkan, bersamanya tertangkap Aidil (17) dan AS (17) yang masih berstatus pelajar, tengah mengisap sabu serta ganja.

Selain itu, AS bukanlah termasuk kawanan Rio, karena AS hanya sebagai kurir narkoba dari Andre, dengan mendapatkan upah Rp. 30.000 untuk sekali antarnya.

Kapolsekta Pau, Kompol Daeng Rahman menyebutkan, dari keenam pelaku itu, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga unit sepeda motor, empat set kunci “T”, dua set Plat sepeda motor, dua timbangan digital, dua timbangan biasa, dua lusin pembungkus kecil sabu, dua bong isap, dua pirek, empat korek api, dan dua bukti penyetoran transaksi ganja serta sabu, dengan jumlah Rp. 30 juta.

“Kelima pelaku adalah curanmor dari Rio, kalau Andre merupakan gembong sabu dan ganja, sementara si AS dijadikannya kurir,” katanya di Polsekta Pauh, Jumat (27/12) kemarin.

Ditambahkannya, saat pemeriksaan, Rio mengaku beraksi pada tiga titik lokasi, diantaranya kawasan Unand, Kapalo Koto dan Kuranji. Tetapi, dalam pengembangan polisi, ternyata Rio dan rekannya telah beraksi pada beberapa Kecamatan, dengan jumlah 12 TKP.

“Mereka sudah kita amankan di sel tahanan Polsekta Pau, guna penyelidikan lebih lanjut,” lanjutnya.

Keenam pelaku terancam pasal berlapis UU KUH Pidana dan Undang-undang Narkotik, dengan ancaman kurungan diatas lima tahun.

Salah seorang pelaku bernama Rio mengatakan, aksi pencurian itu telah dilakukannya semenjak tahun 2010 lalu. Hal itu dilakukannya, lantaran pemberhentian kerja pada salah satu perusahaan Swasta di Kota Pekanbaru.

“Saya tidak punya uang lagi bang, saya juga butuh jajan dan makan, makanya saat sama teman-teman mengatur siasat untuk melakukan pencurian ini bang,” katanya kepada Wartawan di Polsekta Pauh, kemarin.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT