Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Pilkada Padang, Calon Independen Harus Kumpulkan 50 ribuan KTP

Ilustrasi. Simulasi Pemilihan Legislatif di Kantor KPU Sumatera Barat. Foto : Istimewa

Pilkada Serentak akan dilaksanakan kurang lebih dari satu tahun lagi. Sejumlah persiapan sudah dilakukan oleh masing-masing penyelenggara Pemilu pada masing-masing daerah, tak terkecuali Kota Padang.

Ada sejumlah regulasi yang berbeda pada Pilkada Serentak, mendatang, terutama di Kota Padang dibandingkan tahun 2013, lalu.

Perubahan yang paling mendasar ialah berubahnya ambang batas minimal persyaratan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai salah satu syarat Pasangan Calon (Paslon) Independen.

Dimana, pada Pilkada Padang tahun 2013, ambangnya pada angka 7,5 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT).

“Untuk Pilkada Padang dalam Pilkada Serentak tahun 2018, syarat minimalnya adalah 10 persen dari DPT sesuai aturan yang berlaku,” kata Komisioner Divisi Logistik KPU Kota Padang, Mahyudin di Padang, Rabu (2/8/2018).

Jika berkaca pada DPT Kota Padang pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Barat tahun 2015, jumlahnya adalah 548.213 pemilih.

Jika diambil 7,5 persen, maka masing-masing Paslon minimal harus mengantongi sekitar 41.116 KTP pada sistem lama.

Tetapi, jika menggunakan ambang batas minimal 10 persen pada sistem Pilkada Padang tahun 2018, mendatang, maka setiap Paslon dari jalur perseorangan harus mengantongi sekitar 54.821 KTP.

Namun, jumlah itu sendiri kemungkinan akan meningkat sedikit, karena biasanya setiap Pemilu digelar akan ada penambahan DPT pada masing-masing daerah.

Selain itu, pendaftaran Paslon dari perserorang, alias Independen itu sendiri akan dimulai lebih awal dibanding jalur Partai, yakni pada bulan November 2017.

“Untuk perseorangan pada bulan November 2017, sedangkan untuk jalur Partai pada bulan Januari 2018,” sebut Mahyudin.

Komentar
BERITA TERKAIT