Pertamina Budidaya Jamur Tiram di Padang Pariaman

Petani Jamur di Kabupaten Padang Pariaman. Foto : Istimewa

Petani Jamur di Kabupaten Padang Pariaman. Foto : Istimewa

Meningkatkan potensi ekonomi masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman, Pertamina mendukun warga setempat dengan menggelar budidaya Jamur Tiram. Melalui program CSR & SMEPP, Pertamina memberikan bantuan bibit jamur tiram siap panen kepada kelompok usaha LPHN Sungai Buluh yang diserahkan langsung oleh Operation Head Depot Pengisian Pesawat Udara, Ridwan bersama Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Padang Pariaman, Ali Amran.

Pemberian bibit jamur tiram siap panen merupakan bentuk dukungan terhadap kelompok usaha kecil dan menengah guna pemberdayaan kepada masyarakat di Sungai Buluh. Pertamina sejak tahun 2015 menggandeng masyarakat lokal yang sebagian besar bekerja sebagai petani diketuai oleh A.Dt. Rajo Batuah.

Dari bantuan tersebut, kelompok petani dapat menjual jamur tiram senilai 25.000/kg dengan pendapatan kotor senilai Rp.1.500.000 per bulan.

Pada kesempatan yang sama, Ridwan juga menyatakan bahwa melalui program CSR ini Pertamina ingin mengembangkan potensi ekonomi masyarakat lokal.

“Bantuan bibit jamur merupakan upaya Pertamina dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan dan meningkatkan potensi kelompok usaha kecil dan menengah di Sungai Buluh”, ungkap Ridwan.

Jamur tiram produksi Sungai Buluh tidak hanya dimanfaatkan untuk bahan pangan masyarakat sekitar, namun juga produksinya dapat diolah menjadi makanan ringan seperti nuget, kue bawang dan jamur krispi. Saat ini olahan jamur tiram yang diproduksi telah dipasarkan hingga Kota Pariaman.

Total bantuan senilai Rp74.700.000 (tujuh puluh empat juta tujuh ratus ribu rupiah) berupa bantuan bibit jamur tiram siap panen diserahkan kepada Anggota LPHN.

Komentar

Budidaya Jamur Tiram Pertamina