Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Pengganti Dian Uber Wanita Malam di Cafe

Yadrison : Tuntaskan Visi dan Misi Wako Padang

Operasi pekat dan narkoba oleh Satpol PP Padang Rabu malam hingga Kamis dinihari tadi di sejumlah tempat di kota Padang, Sumbar/photo @tanharimage
Operasi pekat dan narkoba oleh Satpol PP Padang Rabu malam hingga Kamis dinihari tadi di sejumlah tempat di kota Padang, Sumbar/photo @tanharimage

Sehari pasca kekosongan jabatan tinggi di kantor Satpol PP Kota Padang, Sumatera Barat. Yadrison yang dipercaya sebagai Plt. kepala kantor Penegak Perda kota, langsung menguber wanita malam di sejumlah cafe, karaoke, termasuk cafe di padang pinggiran kota (Papiko).

Rabu malam hingga Kamis dini hari tadi, Yadrison memimpin langsung operasi, dan berhasil uber wanita malam yang mangkal di sejumlah cafe, dan karaoke, serta pasangan bukan muhrimnya di hotel kelas melati. Operasi yang dilakukan di delapan titik membuahkan hasil. Setidaknya 13 wanita dan sepasang pasangan di mabuk asmara digiring di Markas Pol PP, Jalan Tan Malaka, Kota Padang.

“Kami bergerak sejak pukul 11 malam dan sampai dini hari tadi dan operasinya berhasil,” ungkapnya, Kamis (10/8/2017).

Ia menerangkan, operasi tersebut pihaknya mengamankan satu pelayan karaoke di Diva, satu di Persik, Happy Family nihil, Asoka nihil, Hotel Eden sepasang kekasih, cafe Atena di anak Aia ada 9 orang termasuk lebongnya. Selain mengamankan, petugas memeriksa identitas serta melakukan tes urin terhadap mereka.

“Kami menjalankan tugas untuk meminimalisir kota kita bebas pekat dan narkoba. Menegakan Perda dan merealisasikan visi dan misi walikota,” ungkapnya.

Data sejumlah cafe, karaoke dan hotel yang diUber malam tadi

Berikut hasil nama-nama yang di uber malam hingga dini hari tadi yang berhasil dirangkum sebagian, Zetria asal Alahan Panjang, Yulprianti, Sipora Selatan, Fitri asal Pasar Manna, Novi A Putri asal Padang Timur, Nilawati asal Padang Sarai, Fatmwati warga Kapalo Koto, Kampung Duri.

Salah seorang wanita yang diamankan mengaku jika dirinya hanya menemani saja, bukan untuk melakukan hubungan badan. Ia baru pertama kali melakukan pekerjaan itu.

“Saya hanya menemani tamu di cafe, nga ada yang lain, dan minuman pun hanya fanta. Saya terpaksa melakukan pekerjaan ini karena himpitan ekonomi,” kata Zetria yang diamankan dari tempat karaoke di kawasan Papiko, By Pass Padang.

Para wanita malam tersebut usai didata diberikan nasehat, agar tidak mengulangi perbuatannya. Masing-masing mereka membubuhkan tanda tangan sebagai perjanjian dan dimintai dijemput oleh keluarga masing-masing.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT