Penertiban Pasar Raya Diwarnai Kericuhan

Pasar Raya Padang
Pasar Raya Padang

Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Air Mancur, Pasar Raya, Kota Padang, Kamis (29/5) diwarnai kericuhan. Adu mulut pun tak terhindarkan antara petugas penertiban dengan para pedagang.

Bahkan, pedagang yang didominasi kaum ibu tersebut ada yang membuka baju mereka sebagai bentuk kemarahannya. Perlawanan pedagang dilakukan lantaran lapak bersama barang dagangan mereka disita oleh petugas Satpol PP Kota Padang.

Penertiban ini dilakukan karena para pedagang tersebut tidak mentaati peraturan, jika tidak boleh berjualan disekitar kawasan tersebut. Namun, para pedagang mengaku sadar atas peraturan yang dibuat oleh Pemko Padang itu, tetapi hingga saat ini mereka tidak kunjung mendapatkan tempat yang baru.

“Dari dulu sampai sekarang tidak ada tempat kami pindah, terus kami mau mencari hidup dimana lagi pak,” teriak salah seorang pedagang, Mur kepada petugas Satpol PP.

Ia juga menyayangkan sikap dari Pemko Padang yang terkesan menurutnya tidak adil. “Saya menyayangkan aksi sepeti ini, memang bukan salah kami jika seperti ini. Apa salahnya jika buatkan dulu tempat untuk kami pindah,” ujarnya.

Sementaram, Kepala Dinas Pasar Kota Padang, Hendrizal Azhar mengatakan, kalau  ketegasan ini diambil setelah pedagang terus membandel dan melanggar aturan yang ada.  Baliho merah yang dipasang tersebut merupakan peringatan terakhir, tapi sama sekali tidak diindahkan oleh para pedagang ini.

“Kita sudah keluarkan baliho merah yang berarti peringatan terakhir, mereka masih terus membandel.Kita akan perlihatkan bahwa kita tidak main-main. Mereka boleh kucing-kucingan, tapi kita akan tetap pada konsep awal. Jika mereka ingin tetap berjualan pagi hari silahkan saja berdagang buah, kami tak akan larang,” tuturnya.

Dalam baliho merah itu juga berisi kata-kata tegas dan salah satunya adalah larangan untuk berjualan sebelum pukul 15.00 WIB. “Kita harus melakukan tindakan seperti ini agar mereka tahu permasalahan yang sebenarnya,” tegasnya.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT