Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Pecinta Diving di Kolaka Lakukan Transplantasi Karang

Tinggginya angka kerusakan karang di dasar laut Kolaka, Sulawesi Tenggara saat ini sudah sangat memprihatinkan. Padahal pihak terkait selalu berupaya mencegah hal itu dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Akibat kerusakan karang yang kian parah, Kolaka Diving Club (KDC) melakukukan transplantasi karang di perairan Kolaka.

Irfan Jaya Jono, Ketua KDC yang ditemui Kompas.com usai melakukan kegiatan tersebut mengatakan sekitar 20 orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Selain dari anggota KDC, juga melibatkan sejumlah penyelam lain dari wilayah Kolaka.

“Jadi pada dasarnya kegiatan ini kita bercermin kepada kepentingan tentang dunia bawah laut. Bahwa kenyataan di Kolaka tidak ada atau kurangnya perhatian kepada potensi-potensi karang yang ada di Kolaka. Pengalaman kita menyelam memang ditemui banyaknya wilayah-wilayah yang karangnya sudah rusak. Contohnya karang di wilayah wisata Kaju Angin. dan ada lagi beberapa tempat yang sama,” katanya kepada Kompas.com, Jumat (29/11/2013).

Sebelumnya KDC pernah mewacanakan tapi belum mendapat respon, sehingga Ketua KDC Irfan Jaya Jono beserta anggota klub berinisiatif untuk melakukan kegiatan secara mandiri. Diharapkan tindakan ini akan merangsang kepedulian semua instansi dan institusi untuk lebih peduli.

Kerusakan terumbu karang di Kabupaten Kolaka sangat kompleks. “Di antaranya efek limbah kegiatan tambang, dan masih ada pengeboman ikan oleh nelayan. Jika ekosistem ini tidak terjaga maka akan berpengaruh pada iklim dan mempercepat proses pemanasan global,” kata Irfan.

Lebih jauh lagi ditegaskan bahwa ketika tidak ada perhatian pada pertumbuhan karang di Kolaka maka sangat berpengaruh dengan berkurangnya jumlah persediaan ikan di perairan Kolaka. “Kalau ikan yang berkurang dampak ekonominya akan terasa pada masyarakat lokal dan nelayan itu sendiri. Ini yang perlu kita cegah lewat kegiatan transplantasi,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris KDC H Arsy Pamma mengatakan lewat kegiatan transplantasi karang dapat mengembangkan minat wisata lokal maupun luar daerah untuk menikmati potensi karang di Kolaka.

“Ekowisata pesisir semakin berkembang di Indonesia seperti di Raja Ampat, Gili Trawangan, Bunaken, Derawan, Wakatobi, Bau-bau, Selayar, Gorontalo dan beberapa tempat lain yang ada di Indonesia. Saya pikir potensi karang di Kolaka bisa bersaing maka program ini harus berkelanjutan,” paparnya.

Dalam kegiatan ini pihak KDC mentransplantasi 160 karang yang disebar dalam dua meja. “Kita pakai dua meja dan satu meja itu 80 karang yang kita transplantasi. Namun semua ini hanya bentuk peduli kita kepada ekosistem bawah laut Kolaka sekaligus mengajak semua pihak untuk tetap memelihara karang yang ada di perairan Kolaka,” kata Irfan.

Pihak KDC pun telah menentukan atau merekomendasikan sejumlah tempat yang bisa memanjakan pecinta alam bawah laut. Contohnya Karang Tokyo yang memiliki keindahan ibaratnya Kota Tokyo di malam hari.

sumber:kompas.com

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT