Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Pasca Tragedi Bintaro II, KAI Sumbar Desak Pemerintah Percepat Pembuatan Plang Rel

Ilustrasi (Kereta Api saat melintas di Kawasan Lembah Anai)Pasca kecelakaan maut yang melibatkan Commuter Line jurusan Serpong-Tanah Abang dengan sebuah truk tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan Bintaro, Jakarta Selatan, Senin (9/12) lalu, PT KAI DIvre II Sumatera Barat (Sumbar) saat ini tengah melakukan pengecekan terhadap seluruh armadanya.

Sumatera Barat hingga saat ini memang belum memiliki resiko tinggi mengalami kecelakaan seperit tragedy Bintaro II tersebut. Tetapi pihak PT KAI Divre II Sumbar sendiri dengan tegas akan melakukan pengawasan intensif terhadap perlintasan maupun plang liar yang ada pada jalur kereta api di Sumbar.

Romeyo, Manager Humasda PT KAI Divre II Sumbar menyebutkan, akan memberikan desakan kepada pemerintah, baik kota maupun provinsi dalam mempercepat pembuatan plang kereta api pada jalur liar.

Berdasarkan Undang-undang (UU) No. 23 tahun 2007 tentang perekeretaapian Indonesia, kewajiban dalam menyediakan fasilitas seperti plang perlintasan, pintu stasiun maupun jalur rel merupakan kewajiban pemerintah.

“Semua fasilitas yang dibutuhkan sesuai dengan yang tertera pada UU No. 23 tahun 2007 dengan jelas menyebutkan kewajiban berpusat kepada pemerintah. Sedangkan untuk PT KAI sendiri bertugas menjaga seluruh fasilitas tersebut” jelasnya saat dihubungi via Telephone, Selasa (10/12) sore.

Sementara, Sumatera Barat sendiri memiliki 250 perlintasan liar yang ada disepanjang jalur kereta api, mulai dari Simpang Haru Kota Padang hingga Simpang Duku Kabupaten Padang Pariaman. Bahkan, seluruh perlintasan liar tersebut merupakan jalur aktif rute dari kereta api Padang-PadangPariaman.

“Kami membenarkan tentang banyaknya perlintasan liar pada jalur kereta api, dan itu semua kita serahkan kepada pemerintah seperti yang saya bilang tadi” tuturnya.

Menurutnya juga peristiwa kecelakaan sepanjang jalur keretapi bukanlah semata-mata kesalahan dari PT KAI tetapi lebih kepada Human Error.

“Banyak kadang saat kereta api melintas yang sudah membunyikan klaksonnya sangat keras tetapi tidak dihiraukan, lalu nekat saja menerobos dan itulah banyak penyebab kecelakaan yang sering terjadi” tutupnya.

PT KAI Divre II Sumbar kedepan berjanji akan lebih melakukan penekanan serta sosialisasi akan bahaya dari penerobosan plang rel kepada masyarakat.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT