Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Paham Keliru Penyebab Terorisme Menjalar

suhardi-alius-buka-pelatihan-duta-damai-dunia-maya-2017-wilayah-sumatera-barat/Tribunnews.
suhardi-alius-buka-pelatihan-duta-damai-dunia-maya-2017-wilayah-sumatera-barat/Tribunnews.

Berdasarkan data dan penelitian lembaga Inzet dan UI secara asbtrak menggambarkan jika 45,5 persen penyebab terorisme karena pemahaman nan keliru. Maka perlu penanganan serta penangkalan hal tersebut, kata Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol Hamli, di Basko Hotel, Padang, Sumatera Barat, Kamis (10/8/2017).

BNPT mengajak semua pihak untuk berkomitmen untuk memerangi terorisme tersebut lewat kreatifitas, sebut Hamli saat pelatihan Duta Damai Dunia Maya 2017 Wilayah Sumatera Barat. Ia meminta agar tidak berhenti dan terus menularkan kreativitasnya.

“Saya patut memberikan apresiasi kepada adik-adik Duta Damai Dunia Maya yang telah menghasilkan konten-konten damai yang aspiratif, kreatif, dan inovatif. Ini sangat bagus dan harus diviralkan dalam memerangi propaganda radikalisme dan terorisme di dunia maya,” katanya.

Ajakan memerangi terorisme lewat dunia maya itu, karena keresahan akan data yang telah diteliti oleh beberapa lemnbaga, jika tadinya ada45,5 persen karena pemahaman yang keliru, 20 persen karena solidaritas komunal, 10, 2 persen ikut-ikutan dan sisanya karena situasional dan balas dendam. Sementara penelitian Wahid Institute, dari lebih dari 250 juta penduduk Indonesia, 72 persen antiradikal, 7,2 mendukung aksi radikalisme, 0,4 persen sudah pernah melakukan kekerasan.

“Jika terus kita tingkatkan akan antiradikal itu besar kemungkinan dengan gaya dan kreativitas para duta sudah kemungkinan akan berhenti upaya radikal tersebut,” ungkapnya.

Duta Damai Dunia Maya dapat jadi agen perubahan, serta mampu kikis dan menangkak radikalisme dan terorisme lewat dunia maya. “Mari kita jaga Indonesia dan ibadah kita dan memerangi aksi terorisme dan radikalisme, Insha Allah akan jadi ladang amal ibadah,” akhirinya.

Komentar
BERITA TERKAIT