Opini : Pemerintah Harus Perhatikan Statup Lokal

Beberapa tahun belakangan, semenjak laju perkembangan teknologi semakin pesat bisnis starup terutama di bidang digital mulai berkembang. Dapat diperkirakan lima hingga sepuluh tahun ke depan bisnis starup ini lah yang akan menjadi bisnis terdepan.

Tapi, apakah semua masyarakat sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan starup? Apakah pemerintah paham yang di maksud dengan starup digital? Tentu bisa di pastikan belum semuanya tau atau paham bahkan mengerti tentang starup digital.

Mulai menjamurnya bisnis starup digital ini berkat perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi sangat membawa perubahan signifikan. Hal ini berdampak kepada seluruh lapisan masyarakat, terutama kepada kalangan anak-anak muda. Kecanggihan teknologi sepertinya sudah menjadi mainan baru bagi mereka.

Anak muda yang kreatif dan inovatif berpacu untuk membuat suatu perubahan, yang sulit menjadi mudah. Dengan cara membuat aplikasi, dapat diakses langsung menggunakan smartphone. Ponsel pintar, saat ini hampir semua orang telah menggunakannya baik itu tua atau muda.

Untuk di Indonesia sendiri sudah beratus starup digital melalui aplikasi yang tercipta, tidak hanya sekadar aplikasi games saja. Namun aplikasi penjualan online atau yang disebut dengan e-commerce seperti tokopedia, bukalapak, lazada. Dimana aplikasi tersebut menyediakan tempat pembelian dan berjualan secara online. Sehingga para penjual tidak perlu lagi menjualkan barang dagangan mereka ke pasar atau membuka toko sekalipun.

Cukup dengan memiliki akses internet, mempunyai smartphone lalu unduh aplikasi jual beli online dengan begitu mereka sudah bisa langsung berjualan. Begitupun dengan pembeli tidak perlu lagi pergi ke pasar mengunjungi toko untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Dengan membuka aplikasi tersebut sudah bisa melihat dan memilih sesuatu apa yang diinginkan. Semua apa yang di cari telah tersedia pada aplikasi penjualan, pembayaran pun tinggal transfer saja. Tidak perlu repot-repot lagi.

Tidak hanya aplikasi penjualan online, namun aplikasi lainnya juga tumbuh bak jamur di musim hujan. Perkembangan starup tidak hanya saja terjadi di pusat ibu kota. Namun telah sampai ke daerah-daerah, perkembangan starup sudah merata. Apapun yang ingin dilakukan dengan mudah untuk membuat aplikasinya, bertujuan memudahkan dan mempercepat penyebaran informasi.

Seperti di Padang sendiri, dua tahun belakangan ini terlihat banyak anak muda yang mulai merintis bisnis starup digital dengan melahirkan aplikasi-aplikasi yang tidak kalah bagusnya dengan aplikasi yang ada di Ibu Kota. Salah satunya seperti lahirnya aplikasi pariwisata misalnya aplikasi Tanya Dabob, aplikasi ini memberikan informasi kepada para pengguna mengenai tempat-tempat yang ada di Padang.

Dari tempat wisata, tempat nongkrong, pembelian oleh-oleh bahkan mengenai transportasi dan barbershop pun tersedia di aplikasi itu. Aplikasi Tanya Dabob juga memberikan pelayanan chatting selama 24 jam kepada pengguna yang ingin mengetahui lebih dalam informasi tersedia pada aplikasi tersebut. Kemudian aplikasi Raun Minangkabau, aplikasi ini lebih fokus mengenai tempat-tempat wisata, hanya saja aplikasi Raun Minangkabau hanya menyediakan informasi tempat wisata di lima Kabupaten/Kota di Sumatera Barat. Aplikasi ini menyediakan peta, sehingga pengguna bisa langsung mengetahui berapa jarak tempat wisata tersebut dari jaraknya saat ini.

Selanjutnya aplikasi pembelian tiket iven secara online, aplikasi ini juga dibuat oleh anak muda asli Sumatera Barat bernama Ivenmu.id. Aplikasi ini di tujukan memberikan informasi mengenai iven-iven apa saja yang ada saat ini. Sehingga pengguna yang ingin menghadiri iven tersebut bisa secara online membeli tiketnya, tidak perlu lagi repot-repot mencari tempat penjualan tiket iven.

Lalu juga ada aplikasi appskep, aplikasi yang lebih mengarah ke dunia kesehatan. Untuk aplikasi appskep ini, telah berhasil masuk sepuluh besar starup terbaik di Indonesia. Bahkan telah pernah mengikuti konfrensi starup internasiona di Istanbul.

Dari berbagai banyak macam starup digital tersebut, yang paling diperlukan adalah sebuah konsistensi dan update. Jangan hanya bisa membuat aplikasi saja, di zaman digital saat sekarang membuat aplikasi sudah tergolong mudah untuk dilakukan. Yang tersulit adalah konsisten, pembaharuan informasi yang tersedia pada aplikasi-aplikasi yang telah dibuat. Banyak aplikasi yang telah selesai dibuat, lalu dibiarkan begitu saja tanpa adanya informasi terbaru. Sehingga tidak ada gunanya, aplikasi tanpa di update sama saja kosong atau percuma.

Sebab di tengah perkembangan zaman saat sekarang ini, orang-orang membutuhkan sesuatu yang ter update, kalau tidak bisa mengikuti maka akan ditinggalkan. Atau aplikasi tersebut hanya akan menjadi sampah digital.
Sebagai penulis, saya sangat memberikan apresiasi terhadap anak muda yang kreatif memanfaatkan perkembangan teknologi saat sekarang ini, dengan membuat aplikasi-aplikasi menarik. Sehingga menumbuhkan para pengusaha-pengusaha muda dibidang digital. Namun sebagai penulis saya beranggaapan banyaknya aplikasi-aplikasi, hanya atau akan menjadi sampah digital. Hal tersebut dikarenakan para pembuat aplikasi sudah tidak mampu lagi mendanai aplikasi mereka. Karena dalam pembuatan aplikasi dan pembaharuan aplikasi tentu membutuhkan dana yang besar, tidak hanya sekadar skill programer saja yang dibutuhkan.

Untuk itu pemerintah seharusnya memberikan perhatian kepada para pengusaha baru pada bidang starup digital yang telah membuat aplikasi-aplikasi ini. Tentu dengan menyediakan dana kewirausahaan digital. Misalnya saja aplikasi pariwisata bisa saja Dinas Pariwisata mengeluarkan anggaran dan bekerja sama dengan pembuat aplikasi yang telah ada, sehingga aplikasi yang telah di buat tidak menjadi sia-sia. Pemerintah juga bisa mencarikan donatur atau inkubator kepada para pengusaha baru starup digital ini. Bisa saja inkubator berasal dari BUMD atau BUMN atau perusahaan-perusahaan swasta. Sehingga kedepannya akan memacu munculnya para pengusaha-pengusaha muda. Yang juga merupakan program dari pemerintah untuk melahirkan 1000 pengusaha muda.

Jangan sampai pemerintah masih berfikiran lama, yang mana berwirausaha hanya sekadar membuka warung lalu berjualan lontong atau berkebun dan berternak saja. Di zaman digital saat ini, sedang gencar-gencarnya bisnis starup digital dan pemerintah hendaknya harus ikut mendorong laju pertumbuhan bisnis tersebut sehingga semakin berkembang. Karena lima atau sepuluh tahun kedepan, bisnis starup ini lah yang akan maju. Tetapi paling penting pemerintah harus mengerti dan paham terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan starup digital itu sendiri.
Bagi anak muda, yang tengah proses menjalani bisnis starup digital, buatlah sesuatu aplikasi dengan rancangan yang kreatif, inovatif dan manfaat yang jelas. Memudahkan masyarakat, dari segi pemakaian dan informasi yang akan diberikan selalu di update. Jangan sampai aplikasi itu hanya akan menjadi sampah digital.

( Mona Triana – Jurnalis )

Komentar
Loading...
Loading...