Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Meski Dilarang, Telur Penyu Tetap Dijual

penyu 054
Telur Penyu. (Foto:BUS)

Telur Penyu ? Pasti masyarakat sudah tahu, bahwa telur satu ini tidak boleh dijual. Hal ini berhubungan sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada tahun 2012 silam, berisi pelarangan penjualan telur dari hewan Penyu langka ini.

Tetapi, suasana berbeda terdapat di kawasan Muara Kota Padang. Para pedagang disepanjang kawasan itu, dengan leluarsa menjual telur Penyu yang sangat dilarang ini. Bahkan, letaknya pun tak terlalu jauh dari kantor Dinas Pariwisata Kota Padang.

Menanggapi polemik ini, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Padang Zulbadri menyebutkan, telah mengeluarkan Surat Edaran pelarangan hasil telur hewan langka tersebut.

“Kita sudah keluarkan Surat Edaran pelarangan bagi pedagang yang menjual hasil telur dari hewan yang hampir punah itu,” katanya saat ditemui di ruangannya, Jumat (20/12) lalu.

Peraturan itu akan efektif pada awal tahun 2014 mendatang, dan memberikan sanksi berupa hukuman Pidana serta denda Rp. 100 juta bagi para pedagang yang masih kedapatan membandel.

“Nantinya akan diberlakukan pada awal tahun 2014 mendatang, jika masih dilanggar maka bisa dijatuhkan sanksi Pidana serta denda Rp. 100 juta,” tegasnya.

Sementara, salah seorang pedagang, sebut saja Putri (red) menuturkan, telur penyu itu didatangkan melalui daerah Painan, Pesisir Selatan. Satu butirnya pun dihargai oleh pemasok kepada pedagang dengan harga Rp. 1000 hingga Rp. 3000, lalu para pedagang menjualnya dengan keuntungan yang cukup menggiurkan, yakni Rp. 7000 untuk satu butirnya.

“Telur ini didatangkan dari daerah Painan oleh pemasoknya, kami menjualnya dengan harga berkisar Rp. 7000-an untuk satu butirnya,” ungkapnya, Sabtu (21/12) kemarin.

Dia juga mengaku tahu tentang pelarangan penjualan telur Penyu, Pemko Padang juga pernah mensosialisasikan hal ini dengan memberikan penempelan selebarang setiap kiosnya.

Tetapi selama ini belum ada razia maupun penertiban yang dilakukan terhadap para pedagang.

“Saya memang tahu kalau menjual ini dilarang, tetapi selama ini toh aman-aman saja,” tutupnya.

Diharapkan, berlakunya peraturan berdasarkan Surat Edaran Pemerintah Kota (Pemko) Padang ditambah Mendagri terhadap penjualan ini dapat melindungi hewan yang hampir punah ini. (wn)

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT