Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Menpar Arief Yahya, Sertifikasi Halal Bermanfaat

Menteri Pariwisata, Arief Yahya oleh beberapa wartawan di stand Kementerian Pariwisata di Alun-alun Jember dalam rangkaian pameran JFC 2017, Jawa Timur. Sabtu (12/8/2017)
Menteri Pariwisata, Arief Yahya oleh beberapa wartawan di stand Kementerian Pariwisata di Alun-alun Jember dalam rangkaian pameran JFC 2017, Jawa Timur. Sabtu (12/8/2017)

Sertifikasi halal sebelumnya jadi perbincangan hangat oleh masyarakat Sumatera Barat, dan saat ini masyarakat provinsi daerah Istimewa Naggroe Aceh Darussalam, terutama terkait agenda International Halal Food Festival 2017 yang akan diselenggarakan di daerah daerah Sabang Indonesia.

Tidak hanya masyarakat saja, beberapa para wirausaha daerah setempat juga memperbincangkan, dan ini tentunya dengan setelah terbitnya Qanun Nomor 8 Tahun 2016 tentang Sistem Jaminan Produk Halal.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menerangkan, sertifikasi tersebut sebagai bentuk optimalisasi pariwisata, sebab dengan memandang Indonesia, yang merupakan salah satu Negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

Katanya, hal tadi bukan suatu jaminan untuk menggaet wisatawan muslim mancanegara datang ke Indonesia. Sehingga, dengan adanya sertifikasi halal untuk pariwisata, berdampak strategis.

Contohnya, di negara berkembang yang bukan mayoritas muslim bisa mendapat kunjungan wisatawan muslim dengan jumlah luar biasa karena sertifikasi halal tersebut.

Ia mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia rupanya tidak menjamin untuk bisa jadi magnet wisatawan muslim mancanegara. Sertifikasi untuk optimalisasi pariwisata halal tetaplah sangat penting. Dengan predikat mayoritas muslim itu, tidak berarti Indonesia bebas sertifikasi halal.

Ada dua hal yang perlu diketahui sebut Menpar Arief kepada Kabarpadang, pertama itu penting dan perlu, kedua memberikan pelayanan standar internasional, “Saya bisa buktikan. Thailand itu, bukan negara mayoritas muslim, tapi jumlah wisatawan mancanegara (wisman) muslimnya lebih banyak,” terangnya.

Arief menuturkan, tidak hanya Thailand, Singapura Negara kecil juga mendapati kunjungan wisatawan mancanegara muslimnya 3,5 juta lebih besar dari pada yang datang ke Indonesia.

“Untuk memajukan industry pariwisata, selain sertifikasi, alokasi sumber daya harus mengikuti. Dengan mempunyai nomina tinggi, kemajuan pariwisata mempunyai dampak lebih besar dan bisa dirasakan rakyat menjadi 170 persen,” katanya.
Sertifikasi halal ini sangat ditekankan pada pelaku usaha. “Pelaku bisnis wisata halal, harus gunakan global standard, apa yang telah diakui. Kalau mereka mensertifikasi, kita mensertifikasi,” pungkasnya.

Komentar
BERITA TERKAIT