Melawan Lupa Dosa SBY, Misbakhun Luncurkan Buku Bailout Century

Misbakhun.

Misbakhun.

Salah satu anggota Panitia Khusus Hak Angket Bank Century (Pansus Bank Century) Muhammad Misbakhun mengingatkan masyarakat agar tidak lupa soal kebijakan bailout kepada Bank Century yang merugikan negara Rp6,7 Triliun. Hingga rezim berganti, kasus mega korupsi itu pun belum dapat tersentuh siapa aktor intelektualnya.

Untuk mematik kembali memori publik mengenai kasus mega korupsi itu, Misbakhun meluncurkan buku berjudul “Sejumlah Tanya Melawan Lupa”.

“Buku ini hanyalah segelintir upaya untuk senantiasa memantik memori publik. Sebuah memori yang acapkali begitu oendek untuk mengingat masa lalunya yang kelam. Bukan hanya karena sejarah yang begitu mudah diselubungi oleh kepentingan. Tapi, juga karena rezim yang enggan mendefinisikan masa lalu sesuai dengan porsi dan tempatnya,” kata Misbakhun dalam peluncuran buku “Sejumlah Tanya Melawan Lupa” di Jakarta, Rabu (19/8/2015).

Ia menyayangkan proses hukum terhadap kasus bailout Bank Century menggantung tanpa adanya kejelasan. Ia juga berharap generasi masa datang tak dibutakan mengenai siapa dalang sesungguhnya dari mega kasus korupsi tersebut.

Politisi Partai Golkar itu juga ingin merefelksikan tentang bagaimana sejarah seharusnya dimaknai.

“Melawan lupa adalah dua kata yang tiada henti dipatrikan dalam sanubari kita. Melupakan sejarah yang sesungguhnya hanya akan menimbulkan kebisuan yang tiada henti. Menciptakan trauma dan menzalimi sejarah masa depan,” tutur Mishbakun.

Karena, menurutnya, kasus Century telah menjadi noktah hitam sejarah perjalanan bangsa.

“Rekomendasi pansus century dengan jelas dan tegas menyatakan, telah terjadi pelanggaran atas kebijakan bailout kepada Bank Century,” papar Mishbakun.

“Telah terjadi penyalahgunaan kekuasaan yang menguntungkan pihak tertentu. Lagi-lagi kekuasaanlah yang menerima keuntungan,” tutup Misbakhun.

(Rimanews)

Komentar