Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Mei 2018, Pajak BBM Non Subsidi di Sumbar Naik

Ilustrasi antrian pengendara di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat mengeluarkan kebijakan baru terkait pajak Bahan Bakar Minyak (BBM). Kebijakan ini membuat pajak untuk BBM non subsidi naik, yang efektif akan diberlakukan pada Mei 2018.

Adapun kebijakan itu disepakati sebesar 7,5 persen dari harga dasar yang telah ditetapkan PT Pertamina.

Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Sumbar, Zaenuddin menyebutkan, kenaikan ini telah disepakati antara Pemprov dan DPRD Sumatera Barat. Hasilnya, dengan merevisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2012 tentang Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

Sesuai penetapannya, kebijakan ini efektif akan diberlakukan mulai Mei 2018, mendatang.

“Pajak BBM Kendaraan Bermotor di Sumbar pada 2018 naik dari awalnya 5 persen menjadi 7,5 persen, karena itu harga jual BBM non subsidi juga naik,” kata Zaenuddin di Padang.

Dengan adanya kenaikan pajak BBM non subsidi itu, alhasil jenis Pertalite yang kini Rp 7.600 per liter menjadi Rp 7.761 per liter, dengan dibulatkan menjadi Rp 7.800 per liter.

Kemudian, untuk harga Pertamax yang saat ini Rp 8.900 per liter menjadi Rp 9.089 per liter, dibulatkan menjadi Rp 9.100 per liter.

Lalu Pertamax Turbo dari Rp 10.100 per liter menjadi Rp 10.314, dibulatkan menjadi Rp 10.350 per liter. Sedangkan, Dexlite dari Rp 8.100 per liter menjadi Rp 8.272, dibulatkan menjadi Rp 8.300 per liter.

Sementara untuk Pertamina Dex dari Rp 10.000 per liter menjadi Rp 10.212, dibulatkan menjadi Rp 10.300 per liter.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT