Mall Rongsok, Ladang Uang dari Barang Bekas

Tampak Depan Mall Rongsok Foto: viva.co.id

Tampak Depan Mall Rongsok Foto: viva.co.id

Mall Rongsok, itulah nama tempat yang dipenuhi barang-barang bekas tersebut. Bangunan dua lantai yang terletak di Jalan Bungur Raya No. 1 Kukusan, Depok, Jawa Barat itu berisi berbagai barang mulai dari barang elektronik, etalase, buku, alat olahraga, berbagai pajangan hingga furnitur. Tempat yang telah berdiri sejak Mei 2010 silam ini dimiliki oleh seorang pria bernama Nurkholis Agi (47) yang tinggal bersama istri dan 5 orang anaknya.

Nurkholis menceritakan bahwa usahanya ini hanya berawal dari hobi. Sejak usia delapan tahun, ia telah mencari barang-barang bekas. Setelah dewasa barulah ia mulai menservis barang-barang yang didapatnya kemudian menjualnya kembali. Nama Mall Rongsok itu sendiri diambilnya karena ia sering mampir di mall bersama istrinya setelah barang-barangnya laku terjual.

“Lama kelamaan saya punya pikiran mau bikin mall tapi rongsok,” tutur Nurkholis.

Tidak hanya karena hobi, Nurkholis juga membuka usaha ini karena melihat peluang. Jika biasanya orang menjual rongsokan hanya dengan sejenis barang, tetapi Nurkholis ,menyediakan 40 jenis barang. Bahkan salah satu pelanggan Nurkholis bernama Ernawati (42) menyebut barang-barang yang dijual di Mall Rongsok tersebut lengkap.

“Barangnya lengkap dari alat kantor, rumah tangga sampai bidang usaha. Semuanya ada di sini. Selain itu, tempat ini unik,” ungkap Ernawati.

Perjuangan Nurkholis untuk mewujudkan tempat tersebut tidaklah mudah. Setelah empat tahun mengumpulkan barang bekas barulah ia bisa membuat Mall Rongsok. Namun, Nurkholis mengaku sebelumnya pernah mencoba berbagai profesi. Karyawan apotek, servis motor, servis mobil, tukang cukur hingga penjual barang-barang kelontong di pinggir jalan pernah dilakoninya. Akan tetapi, karena pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak berhasil akhirnya Nurkholis membuka bengkel dengan nama “Adi Elektronik” pada 2009. Sambil membuka bengkel itulah Nurkholis mengumpulkan barang rongsokan.

Dalam pengumpulan barang pun Nurkholis juga harus bersabar. Awalnya ia mengumpulkan barang bekas dengan mendatangi tempat-tempat penjualan barang rongsok. Namun, saat ini malah tempatnya yang dikunjungi banyak orang untuk menjual barang bekas. Tidak hanya perorangan, institusi dan tempat usaha lain pun juga menjual barang bekas ke Mall Rongsok tersebut.

“Suplai barang dari restoran, kampus, orang rumahan, KFC, Chevron. Juga dari kantor-kantor pemerintah dan bank,” jelas Nurkholis.

Hingga saat ini, usaha Nurkholis terus berkembang. Modal awal untuk membangun tempat seluas 800 meter persegi ini hanya seratus ribu rupiah. Sekarang Nurkholis bisa mendapat untung hingga dua ratus persen per barangnya dengan pemasukan per bulan seratus juta rupiah.

Bagaimana tidak? Nurkholis lebih memilih untuk menjual barangnya dengan sistem satuan karena untungnya lebih banyak daripada sistem kiloan. Selain itu, Nurkholis memiliki pelanggan setia yang percaya kepadanya. Seperti Ivan Fauzi (35) yang mengaku sering menjual barang bekas ke tempat Nurkholis karena lebih cepat dan harganya juga bagus.

“Kalau di sosmed kelamaan. Kalau di sini kasih lihat barang dia oke langsung bayar. Harga juga lebih bagus,” ucapnya.

Tidak hanya dari Depok dan sekitarnya, pelanggan Nurkholis pun juga ada dari luar negeri.

“Selain dari Indonesia, saya juga ada langganan dari Inggris, Jepang, Korea dan Jerman. Sebulan dua kali orang Inggris datang. Mereka biasanya cari lukisan,” kata Nurkholis.

Semoga saja usaha ini juga berkembang ke kota-kota lain di Indonesia. Selain menguntungkan juga bisa menjaga lingkungan.

Nah, bagaimana masyarakat Kota Padang? Berminat untuk mencoba usaha unik ini?

Komentar

Barang Bekas Mall Rongsok Usaha Unik Wirausaha