Makna ‘Unik’ Dibalik Nomor Urut Pilkada Padang 2018

Pasangan Calon Mahyeldi Ansarullah-Hendri Septa dan Emzalmi-Desri Ayunda memperlihatkan nomor urut untuk Pilkada Kota Padang tahun 2018. Foto : Istimewa
Pasangan Calon Mahyeldi Ansarullah-Hendri Septa dan Emzalmi-Desri Ayunda memperlihatkan nomor urut untuk Pilkada Kota Padang tahun 2018. Foto : Istimewa

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang beberapa waktu lalu telah menetapkan nomor urut Pasangan Calon (paslon) Walikota dan Wakil Walikota Padang dalam Pilkada Serentak tahun 2018.

Dalam rapat pleno itu ditetapkan, nomor urut satu diperoleh pasangan Emzalmi-Desri Ayunda, sedangkan nomor urut dua diperoleh pasangan Mahyeldi Ansarullah-Hendri Septa.

Menurut Pengamat Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Andalas, Edi Indrizal, nomor urut ini memiliki makna yang menarik. Hal itu juga tepat dengan momennya, yakni duel antar petahana.

Edi menjelaskan, untuk nomor urut satu ini tepat dengan keinginan Emzalmi, dimana, ingin naik dari posisi nomor dua (Wakil Walikota) ke posisi pertama, alias menjadi Walikota.

“Nomor urut satu, jadi maknanya, berkeinginan naik ke posisi lebih atas, dulu nomor dua, sekarang inginnya nomor satu,” ulas Edi via seluler.

Kemudian, untuk nomor urut dua, dijelaskan Edi, sesuai dengan slogan yang digaungkan Mahyeldi, ‘Lanjutkan’. “Dimana, angka dua bermakna, dua periode, jadi ‘pas’ sekali dengan slogan yang digaungkan pasangan Mahyeldi-Hendri,” jelas Edi.

Namun demikian, Edi sendiri memastikan, jika nomor urut bukan serta merta sebagai soal kemenangan. Menurut Edi, keunikan nomor urut ini bisa menjadi bahan maupun slogan menguntungkan bagi masing-masing Paslon.

“Iya, kembali lagi ke masyarakat, nomor urut itu menurut saya lebih mengarah untuk menjadi bahan kampanye. Disini untungnya, jika nomor urut memiliki arti tersendiri bagi masing-masing calon,” tutup Edi.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT