Mahyeldi Resmi Jabat Walikota Padang

Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Padang. FOTO/IST
Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Padang. FOTO/IST

Mahyeldi Ansarullah dan Emzalmi akhirnya resmi menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Padang. Resminya pasangan ini menjabat setelah DPRD Padang menggelar Rapat Paripurna Istimewa Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Padang periode 2014-2019 bertempat di Gedung DPRD Padang, Selasa (13/5).

Pengucapan sumpah jabatan sendiri langsung dipimpin oleh Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Penetapan jadwal pelantikan ini berhasil dilangsungkan setelah adanya pengunduran yang sebelumnya direncanakan pada 29 April lalu.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno usai pelantikan mengatakan, pemerintah baru berkewajiban untuk menjalankan janji kampanyenya. Seperti diketahui, pasangan Mahyeldi-Emzalmi memiliki 10 program aksi yang saat ini tengah ditunggu masyarakat Kota Padang.

“Pastinya, janji politik harus dilaksanakan, karena itu janji kepada rakyat Kota Padang. Pemerintah baru tidak harus memulai dari nol, tetapi melanjutkan yang baik-baik dari pemerintah sebelumnya. Dengan catatan, program kurang sempurna agar disempurnakan,” katanya.

Ia menambahkan, tantangan Kota Padang kedepan adalah pembangunan infrastuktur, terutama dalam segi pariwisata dan perdagangan.

“Kalau untuk tantangannya, ya, seperti pembangunan di Pantai Padang, kemungkinan masyarakat masih kurang memahami terkait pembangunan tersebut. Untuk itu, Walikota baru harus melakukan pendekatan secara dekat,” harapnya.

Sementara, Ketua DPD RI, Irman Gusman yang juga turut hadir menyampaikan hal yang senada. Ia mengakui bahwa pembangunan Kota Padang masih dinilai lambat.

“Semoga Kota Padang pastinya lebih baik. Pembangunan saat ini di Kota Padang sedikit lambat, mungkin karena gempa. Namun, semua itu kan sudah beranjak lima tahun, mudah-mudahan bisa dibenahi oleh Pemerintah Baru nantinya,” jelasnya.

Ribuan pejabat Sumatera Barat maupun Kota Padang, termasuk masyarakat juga tampak menghadiri prosesi pelantikan tersebut. Namun, ruangan paripurna DPRD Padang yang sempit, membuat awak media termasuk ribuan masyarakat harus rela menanti diluar Gedung.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT