Libatkan Swasta, Pedagang Tolak Kehadiran Minang Mart

Ilustrasi Minang Mart

Ilustrasi Minang Mart

Asosiasi Pedagang dan Pengusaha yang ada di Sumatera Barat menolak akan kehadiran Minang Mart yang akan diluncurkan pada 18 November, mendatang. Mereka menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai melenceng dari gambaran awal, karena melibatkan pihak swasta.

“Kita bukan anti investor, kita selalu mendukung agar putra daerah kita untuk maju dan berusaha di Sumbar, namun jangan jadikan Minang Mart untuk berpolitik dan ditunggangi oleh oknum. Nantinya yang akan mendapatkan keuntungan itu adalah orang-orang yang memiliki modal besar,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sumatera Barat, Fidaus di Padang, Selasa (15/11/2016) kemarin dikutip dari Klikpositif.

Karena itu, pihaknya sepakat supaya Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar memanggil Gubernur bersama tiga BUMD yang awalnya akan menjadi pengelola Minang Mart. Hal tersebut untuk meminta pertanggungjawaban Gubernur alasan melencengnya arah pembentukan Minang Mart.

Selain itu, para pengusaha sudah mengadukan perihal keluhannya tersebut kepada Anggota DPRD Sumbar.

Untuk diketahui, Minang Mart merupakan program yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Awalnya, Minang Mart digadang-gadang akaan melibatkan tiga BUMD diantaranya Bank Nagari, Jamkrida dan PT Grafika dengan konsep perencanaan untuk pemberdayaan.

Namun, dikemudian hari, pemerintah melibatkan pihak swasta, PT Ritel Modern Minang (PT RMM) yang dinilai keluar dari ketentuan awal.

Gubernur sendiri pernah menyebut, jika penyertaan pihak swasta tidak mempengaruhi konsep awal dari Minang Mart.

Komentar

Minang Mart