Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Korban First Travel di Padang Mencapai Ratusan

Amna, salah seorang perekrut calon jemaah di Kota Padang, Sumatera Barat. @tanharimage
Amna, salah seorang perekrut calon jemaah di Kota Padang, Sumatera Barat. @tanharimage
Sebanyak 569 calon jemaah umrah di Padang, Sumatera Barat menjadi korban usaha travel umrah, First Travel, milik Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari. Boss First Travel itu ditangkap oleh kepolisian atas laporan kasus penipuan atau penggelapan dana penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah oleh perusahaannya.

Jemaah dari Sumatera Barat yang direncanakan berangkat ada 130 orang, kata Amna (50), salah seorang agen yang berdomisili di Kota Padang, untuk membantu usaha PT. First Anugerah Karya Wisata atau lebih dikenal First Travel, Rabu (23/8/2017).

Peristiwa penggelapan mencapai puluhan miliar itu, Amna, satu dari 11 agen di Kota Padang terpukul sekaligus kecewa terhadap manajemen usaha umrah itu, sebab ratusan calon jemaah yang mendaftar kepadanya bertubi-tubi mempertanyakan terkait reschedule keberangkatan. Bahkan para jemaah umrah meminta agar uang yang telah mereka setorkan untuk dikembalikan.

“Saya disamping orang yang kecewa dengan hal ini, saya juga orang yang terzolimi, dimana orang-orang datang ke rumah dan sebagian mengirimkan pesan-pesan ke WA,” kata Amna, menitik air mata, saat kabarpadang bertandang ke kediamannya di seberang gedung Asrama Haji Tabing, Parupuk Tabing, Kota Padang, Sumatera Barat.

Biaya umrah yang dikutip dari masing-masing jemaah Rp14 juta lebih per orang, dan itu diluar dari koper yang dipesan dari pabrik. Bahkan, itu tidak termasuk dalam manajemen First Travel. Biaya tambahan dibebankan ke para jemaah, dan itu sudah termasuk manasik. Amna meminta agar pihak perusahaan perjalanan ibadah umrah, yang kini sedang ditangani oleh Mabes Polr agar mengembalikan uang para jemaah.

“Kami meminta agar uang itu direfund seratus 100 persen bagi jemaah yang prerschedule dan memberangkatkan dengan membiayai 100 persen para jemaah yang memang sudah dapat diberangkatkan,” kata Amna.

Ini merupakan pengalaman pahit bagi Amna, karena baru pertama sekali mengalami hal seperti ini. Sebab, di awal pertama bergabung atas rekomendasi dari saudara lak-lakinya di Jakarta 2015, semua berjalan dengan baik. Amna berharap, uang para jemaah yang mendaftar kepadanya dan telah dikirimkan ke manajemen untuk segera dikembalikan.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT