Kata Ahok tentang BBM dan Tarif Agkutan Umum

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Foto: tempo.co

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Foto: tempo.co

“Harga premium mulai Minggu malam (18/1/2014) jam 24.00 wib atau Senin pukul 00.00 wib, harga premium diturunkan menjadi Rp 6.600 per liter dan solar turun jadi Rp 6.400 per liter.”

Itulah pengumuman yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada Jumat (16/1) siang bertempat di halaman Istana Negara. Presiden kembali menurunkan harga BBM setelah menaikkan harga premium tanpa subsidi menjadi Rp 8.500 per liter pada 18 November 2014 yang kemudian diturunkan menjadi Rp 7.600 per liter pada 1 Januari 2015.

Begitu pula dengan solar yang diturunkan menjadi Rp 7.250 per liter setelah dinaikkan menjadi Rp 7.500 per liter. Turunnya BBM ini berdasarkan pada minyak mentah dunia yang sedang susut.

Hal ini menarik perhatian Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait tarif angkutan umum. Menurutnya, tarif angkutan umum seharusnya disesuaikan dengan penurunan BBM tersebut. Mengingat kenaikan tarif angkutan umum akibat kenaikan BBM November 2014 lalu.

Bahkan Ahok sudah berencana untuk membahas masalah tersebut dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Jakarta. Walaupun ia berpendapat bahwa Organda akan enggan untuk menurunkan tarif angkutan umum.

“Harusnya kalau disesuaikan itu turun. Organda gitu, naik mau, turun nggak mau,” ungkapnya.

Komentar

Ahok BBM Turun