Kabut Asap, Kali Pertama BIM Tunda Penerbangan

Bandara Internasional Minangkabau.

Bandara Internasional Minangkabau.

Kali pertama, semenjak kabut asap melnda Sumatera Barat (Sumbar) sebulan belakangan,  hari ini,  Kamis (1/10) pago otoritas Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menunda dua penerbangan.

Langkah ini diambil karena jarak pandang landasan pacu BIM hanua 800 meter yang tidak memungkinkan pesawat untuk terbang.

Pejabat Airport Duty Officer,  Suparman menyebutkan,  kedua maskapai tersebut diantaranya Lion Air JT 232 tujuan Batam yang seharusnya take off (berangkat) pukul 07.50 WIB dan Lion Air JT 253 tujuan Jakarta yang dijadwalkan pukul 08.15 WIB.

“Namun kedua penerbangan itu baru diperbolehkan berangkat pada pukul10.00 WIB,” katanya di Padang.

Ia menjelaskan,  batas minimum diperbolehkannya pesawat terbang dengan jarak pandang diatas 800 meter pada runway (landasan pacu).

“Sesuai aturan,  harus diatas 800 meter,  jadi kita tidak ingin ambil resiko. Namun,  setelah dua jam kemudian baru diizinkan,  melihat jarak pandangnya sudah memasuki batas normal,” jelasnya.

Suparman sendiri mengakui,  semenjak satu belakangan kabut asap melanda Sumbar,  ini kali pertamanya terjadi delay pada Bandara Internasional Minangkabau.

“Dari pukul setengah tujuh sampai pukul delapan pagi tadi (kemarin) jarak pandang hanya 800 meter. Ini baru pertama kalinya terjadi penundaan penerbangan oleh pihak Bandara Internasional Minangkabau(BIM) semenjak adanya kabut asap. Kalau dua sampai tiga hari kedepan tidak tau bagaimana kondisinya tetapi kalau tidak hujan akan lebih parah lagi,” katanya.

Sementara itu, saat ini penerbangan telah normal kembali. “Sekarang, sudah normal kembali untuk penerbangannya dengan rata-rata sudah diatas 1.000 meter,” pungkasnya.

Komentar

Kabut Asap