Kabut Asap Bisa Hambat Tour de Singkarak

Ilustrasi. Rombongan pebalap yang bertanding di etape pertama Tour de Singkarak, Sabtu (7/6).  FOTO/KABAR3

Ilustrasi. Rombongan pebalap yang bertanding di etape pertama Tour de Singkarak, Sabtu (7/6). FOTO/KABAR3

Kabut Asap yang menyelimuti Sumatera Barat (Sumbar) bisa menjadi penghambat pelaksanaan Tour de Singkarak 2015 yang akan digelar tak kurang satu bulan lagi.

Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan TdS, BPBD Sumatera Barat mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi bencana alam seperti longsor. Namun, untuk kabut asap, BPBD sendiri mengaku sulit dalam menangani hal tersebut.

“Kita sudah siapkan Satuan Tugas (Satgas) Rawan Bencana, tapi kalau untuk kabut asap memang sulit. Karena, terjadinya hampir menyeluruh, tidak hanya di Sumbar,” katanya di Bumiminang Hotel, Kota Padang saat Rakor persiapan TdS 2015, Jumat (4/9/2015).

Menurutnya, saat ini intensitas kabut asap di Sumbar semakin memburuk dengan kualitas udara rata-rata pada level Tidak Sehat selama sepekan. Apabila meningkat menjadi berbahaya, maka akan menganggu penerbangan dan kompetisi tersebut.

“Jika terus naik, pasti akan menganggu penerbangan, peserta juga tidak bisa kesini. Kemudian, apakah dimungkinkan peserta TdS menggunakan masker, ditambah lagi jarak pandang yang terus mengalami penurunan,” terangnya.

Namun demikian, ia berharap kabut asap dapat berkurang jelang TdS 2015. “Kita harap ini tidak terjadi, supaya semua bisa lancar, terpenting dari BPBD sendiri telah siap,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Burhasman tidak menampik adanya kekhawatiran terkait kabut asap dapat menganggu pelaksanaan TdS. “Iya, yang paling kita khawatirkan sekarang memang kabut asap, tapi kita berdoa saja itu tidak terjadi. Kalau memang iya, kita secepatnya akan mencari solusinya,” katanya.

Seperti diketahui, Tour de Singkarak sendiri akan digelar pada 3 Oktober hingga 11 Oktober 2015 yang menempuh sembilan etape dengan jarak 1.300 Kilometer.

Komentar

TdS 2015