ISL Dibebukan, DPR : Sepakbola Tanah Air Jatuh

Ketika Menpora membekukan PSSI dan menghentikan kompetisi ISL, maka harapan masyarakat untuk menikmati tontonan sepakbola tanah air, pupus sudah.

“Ini yang dikhawatirkan masyarakat sepakbola Indonesia,” ujar Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana kepada aktual.co di Jakarta, Minggu (3/5).

Menurutnya, sepakbola bukan sekedar olahraga biasa, tetapi mampu mendorong ‘Spirit Nasionalisme’ maupun partisipasi masyarakat di daerah.

“Kita memahami bahwa Menpora menginginkan PSSI ini dikelola dengan benar dan transparan. Tetapi ketika menpora membekukan PSSI, masalahnya menjadi tidak sederhana,” kata Dadang.

Politisi Partai Hanura ini menilai, selain kemungkinan sanksi dari FIFA (karena FIFA mengakui kepengurusan La Nyalla), pembekuan ini akan berdampak kepada kepercayaan sponsor terhadap sepakbola indonesia yang penuh ketidakpastian.

“Orang boleh saja beragumentasi bahwa dengan adanya sanksi dari FIFA kita bisa lebih berkonsentrasi dalam sepakbola nasional, dan bisa jadi setelah dicabutnya sanksi kita bisa tampil dengan sepakbola baru yang berkualitas. Pendapat ini sangat spekulatif,” katanya.

Dadang menuturkan, pemerintah seharusnya cukup membina dan menfasilitasi dan tidak perlu ikut campur terlalu jauh.

“Jadi kita butuh langkah yang cermat dari semua pihak, dan tidak menimbulkan konflik baru,” tuturnya.

Sementara itu, Komisi X DPR RI akan memfasilitasi persoalan kisruh persepakbolaan dengan melibatkan semua pihak terkait. Agar, menemukan solusi dari permasalahan yang ada.

“Sebelum keadaan menjadi lebih parah lagi, maka sebaiknya semua pihak melakukan islah, win-win solution, duduk bersama, bahkan kalau diperlukan komisi X siap memfasilitasi,” tambahnya.

(aktual.co)

Komentar