Ini Sikap OJK Terkait Tindak Pidana Perbankan Sektor Kredit

Otoritas Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, jika 55 persen kasus pidana perbankan pada sektor Kredit. Hal ini pun membuat OJK mengambila sikap yang tegas.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon mengatakan, tindakan pelanggaran atau fraud banyak dilakukan oleh pihak internal perbankan. Untuk itu, masih perlu dilakukan pengetatan upaya seleksi bagi petinggi perbankan dari pihak internal.

“Pengurus bank itu kan ada kegiatan fit and proper, kemudian ada juga penempatan atau penunjukan juru complients. Sebenarnya garda utama itu harus di internal banknya. Jadi pengawasan dari internalnya harus ditingkatkan,” katanya di Gedung Bidakara, Jakarta, Senin (14/11/2016).

Guna mengurangi jumlah tindak pidana pada sektor perbankan, OJK pun akan melakukan identifikasi masalah. Direktur bank nantinya, akan ditanyai langsung apabila bank tersebut terbukti melakukan penyimpangan pada berbagai sektor.

“Ya jadi kita identifikasi, pelembagaannya ada di mana. Kalau memang pelemahannya ada di pengawasan, tanya direktur yang membawahkan dia,” tuturnya.
Ke depannya, OJK akan melakukan upaya persuasif dengan pihak perbankan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan cara berdiskusi secara langsung dengan pihak perbankan.

“Ya tentunya kita juga akan melakukan dialog dengan pengurus bank supaya pelemahan di SOP-nya atau ada kesengajaan dan lain-lain itu nanti kita identifikasi,” tutupnya.

[okezone]

Komentar

Pidana Perbankan Sektor Kredit