Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Indra : Janganlah Menzolimi Masyarakat

RANAH – Indra Jaya, salah seorang calon Walikota Padang menyayangkan sikap beberapa oknum yang mengajak masyarakat dengan cara yang tidak benar. Hal ini disampaikannya usai menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 24 Cendana Parak Kopi Padang, Rabu (30/10) tadi pagi.
Indra Jaya juga banyak mendengar masyarakat menerima uang Rp. 100 ribu dari beberapa oknum yang ingin melakukan kecurangan. Tetapi terkait hal tersebut, Indra hanya menganggap itu sebagai pernak pernik pilkada karena memang sering terjadi pada suasana pilkada.
“Saya banyak mendengar masyarakat mendapatkan uang atau amplop, tetapi bagi kami itu hanya sebagai pernak-pernik pilkada, terserah saja, yang penting masyarakat yang akan menilai”ujarnya.
Ditambahkannya, hal ini merupakan suatu cara pembodohan bagi masyarakat oleh oknum yang bermain secara tidak benar. Oleh karena itu, masyarakat diminta dapat untuk lebih jeli dalam memilih maupun menentukan pilihannya, karena ini merupakan ujung tombak dari masa depan Kota Padang.
“Masyarakat harus bisa tegas dalam menanggapi hal tersebut, serta jeli dalam memilih pasangan calon, dan untuk oknum yang bermain tidak benar untuk cepat-cepat tobat”tambahnya.
Sementara, dua hari jelang pilkada beberapa masyarakat mendapati pesan singkat via SMS yang berisi survei pasangan calon. Tak hanya itu, di dalamnya juga terdapat pesan mengajak masyarakat untuk memilih pasangan survei tertinggi dengan dalih menghemat anggaran APBD Negara sebesar Rp. 10 Milyar.
“Iya kalau ada yang seperti itu kami juga banyak dapat kabar, itu juga termasuk suatu tindakan penzoliman ke masyarakat, untuk masyarakat jangan percaya dengan hal yang seperti itu”katanya.
Pengirim pesan tersebut mengatasnamakan Lembaga Peduli Efisien Anggaran Negara (LPEAN), tetapi banyak masyarakat yang tidak tahu dengan lembaga tak jelas tersebut. Sama halnya dengan Indra Jaya, dia mengaku tidak pernah bahkan tak pernah melihat lembaga tersebut.
“Tidak pernah terdengar baik di masyarakat maupun saya sendiri terkait lembaga tersebut, itu hanya cara curang mengajak masyarakat dengan dalih yang akan menghemat uang negara”tuturnya.
Menurutnya, apabila ingin menghemat uang negara lebih baik berantas dahulu para koruptornya, karena sampai saat ini anggaran negara sering disalahgunakan oleh para koruptor yang tak bertanggung jawab.
“Kalau ingin menghemat uang negara, tak perlu harus mengaitkannya dengan putaran Pilkada, karena kalau memang dua putaran mau diapakan lagi, karena itu untuk masa depan kota Padang. Serta peran penting pemerintah haruslah menindak para koruptor yang tak bertanggung jawab, maka dengan sendirinya uang negara yang banyak diselewangkan akan bisa kita rebut tanpa harus mengaitkannya dengan Pilkada”tutupnya.
Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT