Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

IMAM : Wartawan Tak Boleh Peras Narasumber

DSC01049NUSANTARA – Dewan PERS Indonesia yang mengadakan pembekalan terhadap wartawan terkait Peliputan Pemilu dan Pilkada di Hotel Pangeran Beach, Rabu (23/10) tadi siang, juga mengingatkan para wartawan agar bisa profesional serta tidak melakukan unsur-unsur yang melanggar kode etik jurnalistik.

Imam Wahyudi menjelaskan, masih banyak wartawan di Indonesia melakukan pemberitaan investigasi tetapi akhirnya memeras para narasumber yang terlibat dalam pemberitaan tersebut. “Sangat disayangkan, masih banyak wartawan tapi tidak seluruhnya, misalkan pemberitaan tentang proyek terus melakukan invetigasi, tapi malah disalah gunakan, bukan diberitakan langsung malah memeras narasumber”katanya, di sela-sela makan siang, usai workshop, tadi siang.

Sementara, di lain hal, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini, diantaranya, kurangnya salary yang diberikan perusahaan kepada wartawannya, dan terpenting, tidak adanya kepeduliannya terhadap kepentingan masyarakat banyak. Padahal terkait hal tersebut, sudah jelas diterangkan pada kode etik jurnalistik yang harus ditaati para wartawan di Indonesia.

“Kode Etik Jurnalistik sudah ada, dan itu harus dilakukan wartawan jika ingin disebut wartawan, jangan hanya mementingkan kepentingan pribadi tanpa memikirkan kepentingan masyarakat”tegasnya, yang merupakan anggota Dewan PERS ini.

Terakhir, Imam juga berharap, terutama wartawan yang berada di Kota Padang untuk dapat memberikan pemberitaan yang profesional, adil dan netral tanpa memandang apapun, hanya untuk kepentingan masyarakat.

“Harapannya, supaya seluruh wartawan dapat menjalankan kode etik jurnalistik tersebut dengan secara benar, tanpa ada memandang apapun”tutupnya.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT