‘Hidup dan Mati’ Semen Padang di Piala Sudirman

Koordinasi Pelatih Nil Maizar bersama para pemain usai sesi latihan di Stadium GOR H Agus Salim Padang. Foto : Ikhwan

Koordinasi Pelatih Nil Maizar bersama para pemain usai sesi latihan di Stadium GOR H Agus Salim Padang. Foto : Ikhwan

Setelah dilanda kekalahan dua kali dalam adu penalti melawan Persipura Jayapura dan PSM Makasar, tim Semen Padang FC menargetkan poin penuh dengan sisa dua pertandingan grup. Dua pertandingan tersebut merupakan hidup dan mati Semen Padang dalam Piala Jenderal Sudirman.

Pelatih Semen Padang FC, Nil Maizar menargetkan anak asuhnya dapat meraup poin dengan kemenangan terhadap dua laga terakhir dalam penyisihan grup. “Ini hidup mati kita, kalau tidak bisa curi poin, ya kita tidak masuk delapan besar. Kita prediksi dapat menjajal poin penuh nantinya,” katanya via seluler di Denpasar Bali, Sabtu (21/11).

Target manajemen sendiri, disebut Nil sama, yakni masuk delapan besar. “Karena, ini ajang yang pertama kita jalani setelah Liga Indonesia terhenti. Jadi, manajemen memang menargetkan kita harus bisa masuk delapan besar,” tuturnya.

Permainan Semen Padang saat melawan Persipura dan PSM Makasar diakui sudah maksimal. Hanya, kurang tepat dalam adu penalti hingga membuat Kabau Sirah hanya berhasil meraih satu poin untuk masing-masing laga.

“Anak-anak sudah bagus, hanya ada finishing yang kurang tepat kemarin. Tapi, pada latihan saat ini sudah kita tekankan seluruhnya,” sebutnya.

Seperti diketahui, Semen Padang saat ini hanya berhasil meraup dua poin dengan bertengger pada posisi keempat diatas Bali United. Semen Padang sendiri harus meraih poin penuh dalam dua laga terakhirnya jika tak ingin keluar dari Piala Jenderal Sudirman.

Komentar

Piala Sudirman Semen Padang Sepakbola