Hari Ini, Udara Terburuk Selama 2015 di Sumbar

Wilayah paling terdampak diindikasikan dengan area berwarna Cokelat Tua. Sumber: ASMC HAZE - GAW KOTOTABANG

Wilayah paling terdampak diindikasikan dengan area berwarna Cokelat Tua. Sumber: ASMC HAZE – GAW KOTOTABANG

Sebaran kabut asap semakin meluas tak hanya di Indonesia, namun sudah berimbas ke negara lain. Hal tersebut terlihat dari pantauan Global Atmosfer Watch (GAW) Kototabang, dimana memperlihatkan kabut asap telah terkirim ke negara seperti Malaysia dan Singapura.

Staf Data dan Informasi GAW Kototabang, Albert menyebutkan, untuk di Pulau Sumatera sendiri dampak kabut asap tidak begitu dirasakan pada daerah Bagian Utara Aceh, Bagian Selatan Bengkulu dan Lampung. “Selebihnya, baik itu kepulauan dan daratan (Pulau Sumatera) terkena dampak kabut asap, baik dalam level ringa, sedang maupun berbahaya,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (26/10).

Untuk Malaysia dan Singapura sendiri, disebut Albert, imbas kiriman asap tidak hanya bersumber dari Pulau Sumatera. Namun, juga terbawa oleh pergerakan angin dari Pulau Kalimantan.

“Di Kalimantan sendiri, konsentrasi kabut asap berada di Kalbar dan Kalteng. Sementara hujan yang turun disebagian Kalsel, Kaltim, dan Kaltara mengurangi potensi karhutla di lokasi tersebut. Perairan Laut China Selatan dan Selat Karimata kembali terkena sebaran kabut asap dari Kalimantan,” jelasnya.

Selain itu, untuk di Sumatera Barat sendiri, hari ini merupakan rekor terburuk kualitas udara terendah. “Berdasarkan monitoring PM10 di Bukit Kototabang terakhir pada pukul 11.00 WIB sudah mencatatkan tertinggi sepanjang tahun 2015 di Sumatera Barat, dimana berada pada level 531 ug/m3 atau kategorinya Berbahaya,” sebutnya.

Terburuknya hari ini didasarkan kualitas udara yang bertahan dari pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB. “Selama 17 jam pada level Berbahaya, kondisi ini terburuk kedua setelah 14 Maret 2015, dimana mencatatkan 19 jam pada level tersebut,” tuturnya.

Berdasarkan analisa arah angin lapisan atas menunjukkan bahwa pergerakan angin menuju Sumatera Barat tepat berasal dari sumber titik panas. “Kondisi ini, ditambah dengan rendahnya kelembaban udara, memberikan kontribusi besar terhadap rendahnya kualitas udara pada dua hari terakhir,” terangnya.

Sementara itu, peningkatan peluang hujan pada bagian Utara Sumatera diperkirakan akan dimulai mempengaruhi kondisi di Sumbar. “Namun signifikansinya masih dipengaruhi oleh peluang hujan di bagian Selatan Sumatera dan pergerakan angin,” pungkasnya.

Komentar

Bencana Asap Kabut Asap Pemerintah