Harga Gas Elpiji di Sumbar Naik

Ilustrasi gas LPG 3 Kilogram. Foto : Istimewa

Ilustrasi gas LPG 3 Kilogram. Foto : Istimewa

Semenjak pemerintah menetapkan kebijakan harga Elpiji ke pasar, membuat harga Elpiji di Sumatera Barat (Sumbar) mengalami kenaikan. Melonjaknya harga Elpiji terutama terjadi pada harga yang diterapkan oleh Eks Agen.

Humas Pertamina Regional Sumatera, Zainal Abidin mengakui bahwa saat ini harga Elpiji 12 Kilogram pada penjualan Eks Agen mencapai Rp.141 ribu untuk setiap tabungnya. “Bulan ini, kita lihat memang ada kenaikan pada harga Eks Agen mencapai Rp.141 ribu. Namun, naiknnya tidak begitu signifikan,” katanya saat dihubungi via seluler, Rabu (8/4).
Harga Elpiji 12 Kilogram yang merupakan produk Non Subsidi tersebut, disebut Zainal saat ini juga menyesuaikan harga pasar. “Awal bulan ini, memang ada penyesuaian harga, terutama untuk 12 Kilogram,” jelasnya.
Sedangkan, untuk gas Elpiji 3 Kilogram bukanlah wewenang dari Pertamina. “Karena, Elpiji 3 Kilogram itu merupakan dari pemerintah, jadi yang menentukan harga sepenuhnya adalah Pemerintah. Disini, Pertamina hanya menjadi Badan Usaha penyalur atau Badan Penugasan,” terangnya.
Sementara itu, terkait komsumsi masyarakat terhadap Elpiji 12 Kilogram diakui Zainal belum ada penurunan atau masih dalam keadaan normal. “Masih stagnan untuk Elpiji 12 Kilogram. Hal ini berkaitan Elpiji 12 Kilogram itu kan memang diperuntuhkan bagi masyarakat ekonomi kelas menengah ke atas,” katanya.
Dirinya sendiri juga mengimbau agar masyarakat dapat membeli gas Elpiji pada pangkalan Pertamina. “Kami hanya himbau masyarakat dapat membeli gas Elpiji pada Pangkalan Pertamina yang berlogo Pertamina, untuk mendapatkan harga terbaik,” harapnya.
Komentar