Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Hanya Tutup Kantor, Layanan GoJek di Padang Masih Beroperasi

Ilustrasi Ojek Online. Foto : Indowarta
Ilustrasi Ojek Online. Foto : Indowarta

Banyak informasi yang kurang dimengerti oleh sejumlah orang, terkait penutupan kantor GoJek di Kota Padang, Rabu (21/9/2017) kemarin. Penutupan kantor sendiri tidak mempengaruhi pengoperasian dari transportasi online dengan paling banyak pengguna di Indonesia tersebut.

Sejatinya, regulasi bagi penyedia transportasi online sudah dibuat pemerintah melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 32 Tahun 2016 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Terbaru, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merevisi aturan tersebut, namun dibatalkan Mahkamah Agung (MA). Dimentahkanya aturan tersebut diterima Kemenhub pada 1 Agustus 2017, lalu. Namun, dalam aturannya, berlakunya pembatalan MA itu efektif setelah tiga bulan diterima oleh Kemenhub.

Berkaca pada peristiwa unjuk rasa supir angkot, dan ditutupnya kantor GoJek Perwakilan Padang masih menyisakan kebingunan ditengah masyarakat. Apakah layanan ditutup atau kantornya saja ?

Sesuai pernyataan Kabid Operasional dan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang, Eri Surya Jaya usai melakukan penutupan Kantor Gojek, Jumat, bahwa langkah ini merupakan izin yang belum rampung diurus.

“Ini soal izin, sekarang ini sanksinya, dan sudah ada surat pernyataan untuk menghentikan sementara operasional kantornya hingga ada izin dari Pemerintah,” kata Eri.

Kemudian, dilanjutkan Eri, jika pihaknya tidak bisa menutup pengoperasian aplikasi GoJek. Pasalnya, hal itu GoJek bukanlah angkutan resmi yang diatur Undang-undang.

“Yang bermasalah kantornya, kalau untuk aplikasi bagaimana caranya kita menghentikan, karena Go Jek bukan angkutan resmi, belum ada undang-undang mengaturnya. Jadi, sekarang kita masih menunggu petunjuk dari pusat soal ini,” jelas Eri.

Walau demikian, Dishub mengisyaratkan akan mencarikan solusinya soal penutupan operasional kantor tersebut. “Saat ini kita cari solusinya, bagaimana kedepannya,” kata Eri.

Jadi, bisa saja, operasional Kantor Gojek Perwakilan Padang akan kembali dibuka dengan syarat pihak GoJek sudah menyelesaikan persoalan administrasi dan izinya dengan Pemerintah Kota Padang.

Dengan demikian, dapat dipahami, jika penutupan kantor GoJek mengarah kepada soal izin keberadaan perusahaan milik Nadiem Makarim itu di Kota Padang. Alhasil, operasional dan pemesanan melalui aplikasi GoJek dengan berbagai layanannya masih tetap berjalan hingga saat ini.

Lantas, apa dampak ditutup kantor GoJek tersebut ? Jika menjawab dengan logika umum, fungsi kantor sebagai operasional antara karyawan, mitra dan lainnya. Jika melihat ke transportasi online, salah satunya yang menghambat adalah pendaftaran dari para driver.

Diakui para driver GoJek di Padang, hingga saat ini, minat masyarakat untuk mendaftar sebagai mitra GoJek masih sangat tinggi. “Kabarnya sudah ribuan driver yang ada di Padang. Kemudian, setiap hari, rata-rata ada 10 sampai 20an orang yang mendaftar pak,” kata salah seorang pengemudi GoJek, Yogi.

Untuk diketahui, transportasi online GoJek sendiri sudah mulai beroperasi sejak Maret tahun 2017. Ada beberapa pendahulunya, baik dari nasional maupun lokal, seperti GrabTaxi, Pro-Jek, FastJek, OuwJek dan GreenJek.

Namun, keempat pendahulunya itu harus kalah saing dengan GoJek yang notabene sudah memiliki nama dan perusahaan yang besar. Tak hanya GoJek, beberapa bulan belakangan, Grab juga telah merilis layanan baru mereka, Grab Car dan Grab Bike.

Kemudian, baru-baru ini, transportasi online yang sudah Go-Internasional, Uber juga telah mengoperasikn layanan mereka, salah satunya, Uber-X.

Terakhir, catatan, walaupun demikian, hingga saat ini, banyak masyarakat, terutama para netizen (pengguna sosial media) menyayangkan penutupan dari Kantor GoJek tersebut. Menurut banyak kalangan, hadirnya layanan transportasi online sangat membantu mereka.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT