Hamil Dua Bulan, Remaja Ini Ngaku Dicabuli Caleg

Korban didampingi keluarga saat berada di Polsek Lubuk Begalung, Kota Padang. FOTO/IKHWAN
Korban didampingi keluarga saat berada di Polsek Lubuk Begalung, Kota Padang. FOTO/IKHWAN

Remaja berinisial IS (16) diduga menjadi korban pencabulan hingga hamil oleh seorang Calon Legislatif (Caleg) berinisial JS (48) pada Desember 2013 lalu. Keluarga yang tidak terima lantaran sang Caleg tidak bertanggungjawab melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

Namun, kerabat korban menilai polisi menangani kasus tersebut terkesan lambat. Untuk itu, Selasa (19/5) keluarga korban kembali mendatangi pihak kepolisian yang mana adalah Polsek Lubuk Begalung, Kota Padang untuk meminta penjelasan lebih lanjut.

“Kita sudah lapor dari Desember 2013 lalu, tetapi sampai saat ini pelaku masih saja berkeliaran tidak ditangkap. Makanya, kami kesini lagi, meminta penjelasan kepada polisi bagaiman tindak lanjutnya,” kata Gusmianti, salah seorang keluarga korban di Polsek Lubuk Begalung, Kota Padang.

Ia mengungkapkan, korban diketahui hamil pertama kali lantaran mual-mual saat berada di Kota Bukittinggi, Desember 2013. Keluarga yang curiga langsung memeriksanya ke Puskesmas dan didapati korban dalam keadaan mengandung.

“Kita curiga kenapa dia mual-mual, lalu dari orang tua korban langsung periksa ke Puskesmas. Ternyata anak ini sudah hamil waktu itu pak. Besoknya langsung kita laporkan ke polisi,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan korban kepada pihak keluarga, kejadian itu bermula saat dirinya dijemput pelaku di sekolahnya dan berjanji mengantarkan pulang. Tetapi, korban malah dibawa pelaku ke kawasan Bukit Lampu, Bungus Teluk Kabung dan langsung dicabuli.

“Sewaktu dijemput, korban juga dikasih minuman dan langsung tidak sadar. Korban langsung dibawa ke Bukit Lampu dan dicabuli,” katanya.

Bahkan, sang korban disebut Gusmaini harus diberhentikan dari sekolah karena kedapatan tengah hamil. “Kita tidak terima. Kami pihak keluarga ingin pelaku dihukum dengan setimpal,” tuturnya.

Kapolsek Lubuk Begalung, Kompol Yuli Kurnianto menyatakan bahwa kasus ini sementara bukanlah dugaan pemerkosaan tetapi pencabulan. Ia menyebut, tidak ditahannya pelaku dengan alasan koperatif.

“Ini dugaan cabul bukan pemerkosaan. Kita tidak tahan pelaku dengan alasan koperatif. Kasusnya sekarang sudah ditangani Jaksa, tahap 1,” sebutnya kepada wartawan.

Berdasarkan pengakuan korban kepada polisi, pelaku sendiri sampai saat ini tidak mengakui perbuatan tersebut. “Pelaku tidak mengakui perbuatan itu. Tapi tidak masalah, semua tergantung dari hasil penelitian Jaksa nantinya. Jika berubah, bisa saja pelaku akan kita tahan,” katanya.

Sedangkan dari pengakuan korban, dirinya mengaku diberi obat penguguran kandung oleh pelaku. “Kalau dari korban, dia sebut, kalau dia diberi obat pengugur kandungan. Tapi, masih kita dalami dahulu,” jelasnya.

Selain itu, terkait hasil visum terdapat luka robek pada bagian kelamin korban. “Memang ada luka robek, tetapi itu luka lama,” singkatnya.

Sementara, korban sendiri saat ditanyai wartawan masih enggan untuk berkomentar banyak.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT