Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Gusfen : Pengosongan Lahan KAI Sebaiknya Usai Pilkada

1186881_10201318330432987_825624412_n

RANAH – PT KAI Sumbar memastikan akan membersihkan semua lahannya yang didiami masyarakat di Kota Padang. Dari surat yang diterima warga yang mendiami, dipastikan tanggal 21 Oktober 2013 semua harus mengosongkan lahan atau dilakukan pembongkaran paksa.

Rumah dan warga yang akan dibongkar itu meliputi kawasan Pulau Air, Alang Laweh, Ranah, Terandam, dan Sisingamangaraja. Jumlah mereka tidak sedikit, diperkirakan 401 rumah. Mereka ini mungkin saja tidak akan melawan karena terikat perjanjian. Mereka akan pindah atau membongkar sendiri bangunan rumahnya.

Tapi deadline PT KAI tanggal 21 Oktober 2013 ini dikhawatirkan mengganggu partisipasi pemilih pada Pilkada Padang. Menurut wartawan senior Gusfen Khairul, warga yang rumahnya dibongkar mungkin akan pindah mencari tempat tinggal yang baru. Jika pindahnya jauh dari tempat semula, maka dikhawatirkan mereka tidak berpartisipasi memberikan suara dalam Pilkada tanggal 30 Oktober mendatang.

“Demi partisipasi pemilih dalam Pilkada, agar warga yang rumahnya dibongkar dapat memberikan suaranya, lebih bijak PT KAI menunda pembersihan lahannya setelah tanggal 30 Oktober 2013, setelah hari pencoblosan Pilkada Padang,” ujar Gusfen Khairul, Rabu (16/10) di Padang.

Menurut hitung-hitungan Gusfen Khairul, kalau di setiap keluarga yang digusur terdapat tiga orang pemilih, artinya dari 401 kepala keluarga akan ada lebih kurang 1.200 pemilih. “Jika seribu lebih suara ini tidak datang ke TPS, maka akan sangat merugikan sekali Pilkada Padang. Saya harap PT KAI bijak menyikapi pengosongan lahan dengan momentum Pilkada ini,” ujar Gusfen Khairul, yang juga Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumatera Barat ini.

Sementara warga yang akan digusur PT KAI, pasrah saja karena mereka terikat perjanjian ketika menempati lahan PT KAI itu. “Kami mau saja pindah, tapi kalau dapat tundalah sampai Pilkada Padang selesai, sehingga kami dapat memberikan hak suara,” kata Ardi, warga Pulau Air.

Di kawasan Pulau Air ini cukup banyak pemilih yang mesti pindah atau digusur. Sebagai contoh, sebuah TPS di RT1 RW3 Pulau Air Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, ada 400 pemilih, dimana 80 persennya adalah warga yang akan tergusur dari lahan PT KAI.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT