Grab Raih Pendanaan Baru 9,8 Triliun

Aplikasi Pemesanan Transportasi, Grab.

Aplikasi Pemesanan Transportasi, Grab.

Aplikasi pemesanan kendaraan on-demand asal Malaysia, Grab, pada Selasa, 20 September 2016 ini mengumumkan kalau mereka telah meraih pendanaan baru senilai US$750 juta (sekitar Rp9,8 triliun). Putaran investasi terbaru ini dipimpin oleh Softbank.

Dilansir TechCrunch jika pendanaan ini berpotensi menaikkan valuasi Grab ke angka US$2,3 miliar (sekitar Rp30 triliun). Dengan valuasi sebesar itu, Grab pun menjadi perusahaan teknologi terbesar kedua di Asia Tenggara, tepat di bawah Garena yang mempunyai valuasi US$3,75 miliar (sekitar Rp49,3 triliun).

Setelah pendanaan terbaru ini, Grab pun memiliki “tabungan” sebesar US$1 miliar (sekitar Rp13 triliun) yang bisa mereka gunakan untuk bersaing ketat dengan GO-JEK dan Uber di Indonesia.

Dari awal Agustus 2016 yang lalu, GO-JEK telah memperoleh pendanaan sebesar US$550 juta (sekitar Rp7,2 triliun) dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, Capital Group Private Markets, dan beberapa investor mereka sebelumnya.

Di Indonesia sendiri, Grab telah menghadirkan layanan GrabCar, GrabBike, GrabTaxi, GrabExpress, hingga layanan pemesanan makanan GrabFood. Mereka juga telah bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk menghadirkan pembayaran menggunakan Mandiri E-Cash, serta menjalin kemitraan dengan Lippo Group untuk menghadirkan GrabStand dan GrabVenue di setiap Lippo Mall.

Dengan tambahan “bensin” untuk Grab dan GO-JEK, serta dana besar yang dimiliki oleh Uber, persaingan transportasi on-demand dipastikan akan menjadi semakin seru. Menarik untuk ditunggu apakah Grab akan menggunakan dana segar ini untuk menambah layanan, memperluas kota yang dijangkau, atau justru menghadirkan lebih banyak promo untuk pengguna.

Komentar

Aplikasi Grab Dana Startup Startup Digital