Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Gagalnya Suami-Istri di Pilkada Padang 2018

Bakal Pasangan Calon Pilkada Padang Syamsuar Syam dan Misliza
Syamsuar Syam dan Misliza. Foto : Rilis.Id

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah resmi menetapkan Pasangan Calon (Paslon) untuk mengikuti Pilkada Kota Padang, 27 Juni 2018, mendatang.

Dalam penetapan yang berlangsung Senin (12/2/2018), KPU menetapkan dua dari tiga Bakal Paslon yang lolos untuk melenggang ke pesta demokrasi lima tahunan Kota Padang tersebut.

Dari dua Paslon itu, yang ditetapkan adalah Paslon Mahyeldi Ansarullah-Hendri Septa dan Emzalmi-Desri Ayunda yang diusung oleh Partai Politik (Parpol).

Satu Paslon lagi dari jalur perseorangan, Syamsuar Syam-Misliza harus menandaskan langkah mereka menuju Pilkada Kota Padang lantaran syarat yang tak kunjung terpenuhi.

Ketua KPU Kota Padang, M Sawati usai penetapan Paslon Pilkada Kota Padang mengungkapkan, jika pasangan yang merupakan suami-istri ini tidak dinyatakan lolos karena kekurangan dukungan KTP.

“Masih ada 14.530 lagi yang kurang sebagai syarat dukungan minimal untuk maju dalam jalur perseorangan. Hal itu membuat yang bersangkutan tidak bisa dinyatakan lolos,” kata Sawati.

Dikatakan Sawati, diakui bersangkutan, dukungan menjadi salah kesulitan. Pasalnya, menurut Sawati, harus ada penghubung antara setiap Kelurahan. “Karena, tentu harus ada penghubung pada setiap Kelurahan untuk mengumpulkan, itu yang menjadi kesulitan yang bersangkutan,” jelas Sawati.

Lanjut Sawati, sebelumnya, KPU Kota Padang sendiri telah memberikan tenggat waktu bagi Syamsuar-Misliza untuk menambah dukungan itu, selama tujuh hari.

“Namun, tidak ada bertambah, dari awal, hanya 26 ribu dukungan, akibatnya ya tidak sesuai dengan syarat minimal,” jelas Sawati.

Sementara itu, sebelumnya, Paslon suami-istri ini juga ditolak pendaftarannya karena tidak melengkapi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) sebagai salah satu syarat.

Syamsuar-Misliza pun ternyata tidak ‘pantang’ menyerah. Mereka pun menggugat hal tersebut ke Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Padang. Dalam sidang yang digelar Panwaslu, Syamsuar-Misliza pun menang dan diperbolehkan kembali mendaftar.

Namun, syarat lain yakni kurangnya dukungan KTP pun mengganjal pasangan suami-istri ini untuk melenggang ke pesta demokrasi lima tahunan Kota Padang tersebut.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT