Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Faketoken Bidik Aplikasi Ride Sharing

Ilustrasi Hacker
Ilustrasi Hacker

Penjahat siber kian memperluas aktivitasnya. Sebelumnya menciptakan panggilan spam +77 yang berasal dari Rusia dan sekitarnya. Kini penjahat siber mengembangkan virus, Faketoken.

Menurut para ahli Kaspersky Lab, Faketoken berhasil dirancang dan mampu mencuri data dari aplikasi ride sharing populer. Faktanya Trojan mobile banking sukses merek renggut, dan saat ini mampu mencuri kredensial layanan taksi dan ridesharing.

Viktor Chebyshev, Pakar Keamanan di Kaspersky Lab mengharapkan, agar layanan taksi dan ridesharing untuk lebih memperhatikan perlindungan penggunanya.

Katanya, Faketoken kebanyakan menargetkan pengguna di Rusia. Ini besar kemungkinan akan luas dikembangkan dan menyerang negara lain, mengingat akan pasar aplikasi mobile terus berkembang serta memberi harga serta layanan seperti menyimpan data rahasia keuangan.

Hebatnya Faketoken dapat mencium keberadaan pengguna ketika menjalankan aplikasi tertentu. Menyamar pada dinding phishing, dan ini akan menjadi sehat bagi faketoken mencuri rincian kartu perbankan milik pengguna.

“Kami telah melihat hal itu dengan versi sebelumnya dari Faketoken dan malware perbankan lainnya di masa lalu.” katanya, Minggu (20/8/2017).

Layanan ride sharing dan taksi telah terinstal pada jutaan perangkat Android di seluruh dunia. Sehingga menjadi makanan empuk bagi penjahat siber, dan tentunya pengguna saat melakukan transaksi, disanalah faketoken akan secara otomatis masuk dan mencuri sejumlah informasi terkait kartu perbankan milik pengguna.

Versi baru Faketoken melakukan pelacakan secara aktif terhadap aplikasi dan ketika pengguna menjalankan aplikasi tertentu, menyamarkannya dengan celah phishing untuk mencuri rincian kartu perbankan milik korban.

Kaspersky Lab menyarankan, agar melindungi Android dari Trojan Faketoken serta malware, salah satunya dengan tidak menginstal aplikasi yang belum diketahui asal sumber.

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT