Dua Tersangka Jambret Tewaskan Guru Divonis Sembilan Tahun

Ilustrasi.
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Hakim Pengadilan Negeri Padang membacakan vonis terhadap dua tersangka jambret yang menewaskan seorang guru SMP pada Rabu (29/1) atas nama Oky Saputra dan Andi Mulyadi di ruang Pengadilan Negeri Padang, Kota Padang, Rabu (3/9) sore.

Keduanya pun divonis hakim dengan hukuman sembilan tahun penjara. Tak pelak, keduanya pun langsung menangis histeris setelah mendengar putusan hakim tersebut. Terlihat, kedua terdakwa tersebut meronta-ronta sembari menangis saat petugas membawanya ke sel tahanan.

“Saya tidak bersalah, saya ditembak dan dipaksa mengaku,” teriak salah seorang pelaku yakni Oky.

Diluar ruangan sidang pun, para keluarga terdakwa juga menangis karena tak terima kerabatnya dijatuhkan hukuman tersebut.

Seperti diketahui, dari awalnya, kedua tersangka mengelak bahwa telah melakukan penjambretan terhadap seorang guru SMP bernama Fatniwati (50) beberapa bulan yang lalu. Dimana, korban harus meninggal dunia karena mengalami luka berat saat mengejar kedua tersangka.

Namun, hakim berpendapat lain. Hakim Ketua Persidangan, Asmar menyebut bahwa fakta persidangan telah membuktikan kedua terdakwa melakukan pencurian dengan kekerasan. “Dari fakta-fakta persidangan, terdakwa 1 dan terdakwa 2 terbukti melakukan pencurian dengan kekerasan yang berujung tewasnya Fatmiwati di Jalan Pulau Karam pada 29 Januari,” katanya.

Perbuatan tersebut melanggar Pasal 365 ayat 1, 2 ke-2 KUHP, sehingga divonis 9 tahun penjara.

Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Irawati menuntut Oky dan Andi dengan hukuman 12 tahun penjara.

Rekomendasi