Kabarpadang.com
Mengabarkan Ranah Minang

Dua Pelanggaran Pilpres Telah Diputus Panwaslu Padang

Ilustrasi kotak suara bahan Aluminium. Foto : TribunNews
Ilustrasi kotak suara bahan Aluminium. Foto : TribunNews

Pengawas Pemilu (Panwaslu) memastikan sampai saat ini pihaknya tidak mendapatkan adanya laporan kecurangan pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres), 9 Juli lalu.

Ketua Panwaslu Kota Padang, Nurlina menjelaskan jika pihaknya hanya menerima dugaan pelanggaran pada saat pelaksanaan Pilpres kemarin.

“Ada empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang melanggar aturan prosedur KPU yakni pemilih yang menggunakan formulir A5 mencoblos sebelum pukul 12.00 WIB. Padahal aturannya, para pemilih pemegang formulir A5 baru boleh mencoblos diatas pukul 12.00 WIB,” katanya di Padang, Rabu (16/7).

Adapun keempat TPS itu yakni TPS 6, 8, 14 dan 29 yang terletak di Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. “Pelanggaran ini terhadap kelalaian panitia KPPS setempat, untuk TPS 6 ada 6 pemilih yang mencoblos diluar jadwal, TPS 8 sebanyak 38 pemilih, TPS 14 enam pemilih dan TPS 29 sebanyak 18 pemilih. Semuanya mencoblos diluar jadwal yang ditentukan untuk pemegang formulir A5,” jelasnya.

Pelanggaran ini sendiri telah diplenokan dan diputus oleh pihak Panwaslu Kota Padang. Hasilnya, panitia KPPS masing-masing TPS telah adanya pelanggaran adminstrasi dan kode etik. “Kita sudah putuskan dalam pleno dan juga sudah kita tembuskan kepada KPU Kota Padang bersama Bawaslu Sumatera Barat untuk tindaklanjutnya,” katanya.

Namun, pihaknya tidak dapat memastikan pelanggaran apakah yang bakal diterima masing-masing anggota KPPS tersebut. “Memang tidak ada Pemungutan Suara Ulang (PSU) karena bersifat pelanggaran adminstrasi dan kode etik, tetapi kemungkinan ada sanksi dari Bawaslu maupun KPU,” tuturnya.

Selain itu, pelanggaran lainnya yang juga telah diputus oleh Panwaslu terdapat pada TPS 13 di Kelurahan Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan. Disini, petugas KPPS dinilai lalai karena terlambat memasang salinan A4 (Daftar Pemilih Tetap), padahal pencoblosan telah dimulai.

“Kalau ini juga sudah kita putus, hasilnya bahwa petugas KPPS lalai karena terlambat memasang salinan A4 tersebut. Terjadi disini pelanggaran adminstrasi dan juga sudah kita tembuskan kepada Bawaslu Sumbar dan KPU Kota Padang,” ujarnya.

Sementara, terkait pelanggaran yang terjadi pada dua TPS, tepatnya TPS 23 di Kelurahan Batung Ganting, Kecamatan Koto Tangah dan TPS 10 di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh saat ini masih dalam tahap pengkajian.

“Dalam tahap kajian, kemungkinan besok sudah bisa kita umumkan hasilnya setelah adanya rapat pleno dengan menghadirkan sejumlah saksi maupun dari pihak KPPS,” pungkasnya.

Komentar
BERITA TERKAIT