Dua Pekerja SUTET Tewas Akibat Hirup Asap Genset

Ilustrasi
Ilustrasi

Tujuh orang pekerja pembangunan tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) mengalami keracunan gas Karbon Monoksida saat tengah tidur didalam tenda di Jorong Buluah Rotan, Kabupaten Sijunjung, Minggu (23/2) malam.

Mereka diduga keracunan gas dari alat genset yang berada sangat dekat dengan tenda hingga mengakibatkan dua diantaranya tewas.

Tiga dari tujuh korban diketahui bernama Epe (31), Ujang (30) dan Enjol (37) saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) M. Djamil Kota Padang.

“Rata-rata ketiganya menderita keracunan akibat gas monoksida yang terlalu lama dihirup. Dua korban berhasil keluar dari masa kritisnya setelah mendapatkan oksigen yang cukup, namun seorang lagi masih kritis,” ujar Dr. Vesly, Dokter Penyakit Dalam yang menangani ketiga korban.

Bahkan, ketiga korban itu sempat mengalami gagal napas karena tingginya kadar asap yang terhirup. “Bayangkan saja, mereka terkena asap genset tersebut lebih dari 10 jam dan itupun dengan dekat mulut mereka,” jelasnya.

Salah seorang rekan korban, Saefudiin mengungkapkan, asap dari genset itu mengenai ketujuh korban lantaran tempatnya tidur berada sangat dekat.  ”Saya ada di kelompok kedua dengan 10 orang teman lainnya, sementara tujuh yang terkena asap itu beda tenda lagi dan dekat sekali dengan mesin genset tersebut,” katanya kepada wartawan.

Dirinya juga menyebutkan bahwa saat ini pihak perusahaan menanggung semua biaya pengobatan kelima korban yang masih kritis. “Pengerjaan SUTET itu dihentikan dulu, pekerja itu kebanyakan berasal dari Ciwidei, Bandung, Jawa Barat,” jelasnya.

Berdasarkan pengakuan salah seorang rekan korban, Ayidan, malam itu sekitar pukul 23.30 WIB dia mendapatkan telepon dari ketujuh rekannya itu, bahwa mereka tengah dalam keadaan mabuk berat usai meminum minuman alkohol.

“Mereka mungkin menghidupkan genset dan menaruhnya sangat dekat dengan tenda tempat mereka tidur. Karena hari itu hujan, ditambah lagi mereka juga sudah mabuk berat, genset itu pun tetap hidup dengan kondisi tanpa aliran udara, hingga mereka terkapar tak sadar pak,” ungkapnya kepada wartawan.

Kapolsek Koto VII, IPTU Yossy Pratama mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan belum dapat memastikan penyebab tewasnya korban. “Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” tutupnya. [GS]

Editor : WAN

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT