Dinilai Gagal, Ratusan Mahasiswa Unjuk Rasa

Ratusan mahasiswa long march dari Kantor Gubernur Sumbar menuju Bundara Pos, Imam Bonjol, Padang, Kamis (19/3) menuntut Pemerintahan Jokowi-JK.

Ratusan mahasiswa long march dari Kantor Gubernur Sumbar menuju Bundara Pos, Imam Bonjol, Padang, Kamis (19/3) menuntut Pemerintahan Jokowi-JK.

Ratusan mahasiswa dari Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Andalas (Unand) Padang menggelar aksi unjuk rasa bertemakan #INDONESIAGAWATDARURAT dimulai dari Kantor Gubernur Sumbar hingga Bundaran Pos, Imam Bonjol, Kota Padang, Kamis (19/3).

Mahasiswa menilai Pemerintahan Jokowi-JK gagal dan pembohong atas janji-janji mereka. Hal tersebut terlihat dari makin terpuruknya nilai rupiah, harga bahan pokok melambung, hukum yang tumpul dan lainnya.

“Banyak kebijakan yang tidak Pro Rakyat, ini sudah keterlawatan oleh Pemerintah yang Prematur ini. Kita ingin Pemerintah ini kembali kepada fungsi dan janji-janjinya, jangan terus-terusan membohongi rakyat,” tegas Koordinator Aksi, Galan Victori kepada wartawan.

Tema yang mereka angkat, disebut Galan sesuai dengan kondisi Indonesia yang saat ini tengah gawat darurat. “Indonesia saat ini sudah dihambang kehancuran, potensi kita terus dijual ke asing, jadi rakyat ini semakin sengsara akan kebijakan para pemimpin,” terangnya.

Untuk itu, ratusan mahasiswa menuntut agar Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla agar mengembalikan seluruh keadaaan seperti semulanya. “Pemerintah sekarang jauh lebih buruk dari pada pemerintahan sebelumnya. Kami menuntut supaya dua pemimpin pilihan rakyat ini segera ke jalan yang seharusnya atau benar,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, ratusan mahasiswa juga menyuarakan “Turunkan Jokowi-JK” sebagai bentuk protes mereka kepada Pemerintah. “Turun ! Turun ! Turun Jokowi ! Turun Jokowi Sekarang juga,” sorak mahasiswa dengan bernyanyi sembari long march ke Bundaran Pos, Imam Bonjol, Kota Padang.

Seperti aksi unjuk rasa di tempat lainnya, mahasiswa juga memberi tenggat kepada pemerintah hingga 20 Mei agar memberikan solusi yang kongkrit. Jika tidak, mahasiswa berencana akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar lagi.

“Kita beri waktu mereka (pemerintah) hingga 20 Mei, jika tidak kita akan kembali turun ke jalan,” pungkasnya.

Komentar

Jokowi Mahasiswa Pemerintah Jokowi-JK