Diduga Idap Penyakit, Penjual Rokok Ini Ditemukan Tewas

Ilustrasi Penemuan mayat
Ilustrasi

Seorang penjual rokok ditemukan tewas di lantai II Pasar Raya Padang, Rabu (13/40), sekitar pukul 14.30 WIB. Saat ditemukan, pria yang diketahui bernama Syafrudin (70) itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa lagi, tepatnya di depan Tailor Mulia.

Penemuan mayat ini sontak menghebohkan para pedagang serta pengunjung sekitar, ia diduga meninggal dunia karena mengidap penyakit.

Awalnya, beberapa pedagang sekitar curiga dengan keadaan korban yang tidak bergerak sama sekali. Para pedagang mencoba membangunkannya, tapi saat diperiksa, denyut nadinya sudah tidak berjalan lagi.

”Tadi saya beserta sejumlah pedagang dan pengunjung melihat korban yang tidak bergerak lagi, lalu kami mencoba membangunkannya, tapi sewaktu memeriksa denyut nadinya, tak berjalan lagi,” ungkap Amir, salah seorang pedagang di lokasi kejadian, tadi siang.

Melihat mayat tersebut, para pedagang langsung melaporkannya ke Kepolisian Resort (Polresta) Kota Padang. Bahkan, tak ada satu orang pun yang berani menyentuhnya hingga kepolisian datang di lokasi kejadian.

Menurut pengakuan Amir, sebelum ditemukan tewas, penjual rokok tersebut sempat makan di lokasi kejadian. Ia juga mengeluh sakit setelah makan itu, dan tampak tidur di lokasi kejadian.

”Dia sempat makan disana, terus setelah makan dia juga mengeluh sakit, dan langsung tidur disana,” tuturnya.

Selang beberapa menit, kepolisian datang, dan langsung melakukan identifikasi terhadap terhadap jasad pria tua tersebut. Tak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuhnya, diduga ia meninggal karena faktor umur dan penyakit yang dideritanya.

”Saat ini jenazah telah dibawa keluarga ke rumah duka di Ujung Pandan Padang Barat, dan akan segera disemayamkan oleh pihak keluarganya,” kata Kepala Unit (Kanit) I SPKT Polresta Padang, Ipda Amin Nurasyid.

Diketahui, Penjual rokok itu sehari-harinya memang berjualan rokok dengan berjalan kesetiap kios, serta dikenal murah senyum kepada para pedagang. (Ags/ed*ikh)

Komentar
Loading...
BERITA TERKAIT