Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Puluhan Masyarakat Demo DPRD Padang

Pusat Kajian Alternatif Kota Padang menggelar unjuk rasa didepan Gedung DPRD Padang, Jalan Sawahan. Foto : Ikhwan
Pusat Kajian Alternatif Kota Padang menggelar unjuk rasa didepan Gedung DPRD Padang, Jalan Sawahan. Foto : Ikhwan

Puluhan masyarakat dari Pusat Kajian Alternatif (Pusaran) Kota Padang berunjuk rasa didepan Gedung DPRD Padang, Jalan Sawahan, Kota Padang, Rabu (10/9). Aksi sendiri merupakan lanjutan dari adanya laporan terkait Anggota DPRD terpilih yang diduga menggunakan ijazah palsu.

Pengunjuk rasa menuntut agar anggota DPRD Padang terpilih yang terindikasi menggunakan ijazah palsu atas nama Erisman dari Partai Gerindra tidak dijadikan pimpinan. Pasalnya, Partai Gerindra merupakan partai yang memperoleh suara terbanyak saat Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April lalu.

Hal ini sendiri beriringan dengan laporan Agus Suherman dan Yendri Rusli kepada Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Padang terkait penggunaan ijazah palsu tersebut.

“Namun, Panwaslu Kota Padang menolak laporannya. Untuk itu, kita menggelar unjuk rasa untuk mendesak seluruh pihak terkait agar mengusutnya sejelas-jelasnya,” kata Ketua Pusaran Padang, Sulaimon Premariza saat berorasi.

Selanjutnya, ada empat tuntutan yang disuarakan pada orasi diantaranya mendorong anggota DPRD lainnya supaya tidak meletakkan pimpinan yang terindikasi menggunakan ijazah palsu dan mendesak partai politik bersangkutan mencabut dukungan terhadap kader yang terindikasi melakukan tindak kecurangan.

Kemudian, mendesak penegak hokum agar kasus tersebut dibawa ke ranah hokum formil supaya dituntaskan. “Tuntutan keempat ini yang paling kita butuhkan yakni mengimbau agar seluruh masyarakat turut ikut serta dalam mendesak penuntasan kasus tersebut,” jelasnya.

Selain itu, saat ditanya alasan kenapa baru saat ini dipermasalah, disebut Sulaimon karena keterbatasan informasi. “Iya, kita baru permasalahkan karena adanya keterbatasan informasi. Kita baru dapatkan informasinya beberapa minggu lalu,” katanya.

Untuk diketahui, sebelumnya, Agus Suherman dan Yendri Rusli melaporkan anggota DPRD Padang terpilih atas nama Erisman dari Partai Gerindra kepada Panwaslu. Mereka mengindisikan bahwa Erisman telah menggunakan ijazah palsu terhadap gelar Sarjana Ekonomi (SE) yang tertera dibelakang namanya.

Ketika berita ini ditulis, aksi unjuk rasa masih berlangsung dan tidak tampak anggota DPRD Padang yang menemui pengunjuk rasa. Saat ini juga dikabarkan, para anggota DPRD terpilih tengah memparipurnakan untuk jabatan pimpinan DPRD maupun Fraksi.

IKHWAN / KOTA PADANG

Loading...

Comment